Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Dukung Spirit Kebangsaan, M Jamil Sipayung SH MH Pimpin DPW FBN Sumut

Johan Panjaitan • Minggu, 31 Agustus 2025 | 10:50 WIB
BELA NEGARA: Pelantikan DPW FBN Sumut di Aula Kantor Kesbangpol Provsu. (ISTIMEWA/SUMUT POS)
BELA NEGARA: Pelantikan DPW FBN Sumut di Aula Kantor Kesbangpol Provsu. (ISTIMEWA/SUMUT POS)

Sumutpos.jawapos.com-Dewan Pimpinan Wilayah Forum Bela Negara (DPW FBN) Sumut dilantik di Aula Kantor Kesbangpol Provsu, Kamis (28/8). Usai pelantikan digelar pembekalan kader bela negara yang diikuti jajaran pengurus dan anggota FBN provinsi beserta kabupaten/kota se-Sumut oleh Kolonel TNI Adang Suherlan dari Direktorat Bela Negara Kementerian Pertahanan RI.

Empat puluh pengurus DPW FBN Sumut periode 2025-2030 yang dilantik antara lain M Jamil Sipayung SH MH (ketua) Heriyanto (sekretaris) dan Paijo Karyodiwiryo (bendahara). DPW FBN Sumut dilantik Ketua Umum DPP FBN Prof Dr Ir Zainal Abidin Sahabuddin MM.

Pelantikan DPW FBN Sumut disaksikan Gubsu diwakili Kepala Badan Kesbangpol Provsu Mulyono ST MSi, Kapoldasu diwakili AKBP DS Sagala dari Ditbinmas Poldasu, perwakilan Pemko Medan, tokoh adat dari Kesultanan Deli, Asahan dan Langkat serta undangan lainnya.

Gubernur mengapresiasi pelantikan DPW FBN Sumut yang dipimpin M. Jamil Sipayung SH MH. Ia meminta DPW FBN Sumut dengan organisasi yang solid berperan mewujudkan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kesbangpol Provsu, lanjut gubernur, siap mendukung FBN untuk kegiatan yang positif. FBN Sumut dapat juga menjadi pelopor gerakan memerangi kejahatan Narkoba.

Kolonel Inf Adang Suherlan SSos dari Kementerian Pertahanan RI menegaskan bahwa bela negara merupakan kewajiban dan hak bagi seluruh rakyat Indonesia.

"Generasi saat ini berbeda dengan generasi sebelumnya. Untuk itu pemahaman tentang bela negara harus terus diberikan mulai dari tingkat SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi," katanya.

Pemateri dari Kementerian Pertahanan RI ini mencontohkan beberapa upaya mendukung bela negara mulai dari keluarga. "Tertib berlalu lintas, membuang sampah pada tempatnya, disiplin, belajar, menghormati orangtua dan guru merupakan salah satu dari pemahaman bela negara," katanya.

Perkembangan informasi yang begitu cepat termasuk media sosial, lanjut Kolonel Inf Adang Suherlan SSos, sebagai filter atau saringan adalah keluarga. "Kemajuan teknologi apapun jelas bisa menjadi ancaman. Komunikasi dalam keluarga harus terjaga. Jangan sibuk dengan hp," harapnya.

Bela negara, lanjutnya, bukan hanya tanggung jawab negara melalui TNI dan Polri. Sebab pertahanan negara merupakan tanggung jawab bersama termasuk masyarakat. Ia pun meminta masyarakat dapat memahami apa yang sebut bela negara.

Kolonel Inf Adang Suherlan SSos optimis DPW FBN Sumut bisa berperan dalam melahirkan ide-ide yang kreatif untuk menanamkan rasa kebangsaan kepada generasi muda.

Ketua Umum FBN yang juga Guru Besar Universitas Pertahanan Kolonel CPL Purn Prof Dr Ir Zainal Abidin Sahabuddin MM menjelaskan keberadaan organisasi, visi, misi dan program FBN.

Kolonel CPL Purn Prof Dr Ir Zainal Abidin Sahabuddin MM mengariskan bahwa pengurus dan anggota FBN harus memiliki integritas tinggi yang mempunyai kemauan untuk membela negara melalui tindakan sehari-hari dalam bermasyarakat.

"Kembangkan organisasi FBN ke DPD tingkat kabupaten/kota hingga ke pelosok dan menjalin kerja sama dan sinergi dengan pemerintah dalam kegiatan bela negara," ujarnya.

Bela negara, menurut ketua umum FBN, bukan hanya angkat senjata saja. "Berusaha untuk menanamkan rasa kesatuan dan persatuan bangsa yang direalisasikan dalam kehidupan sehari-hari adalah wujud penanaman bela negara,” ujarnya.

Ketua DPW FBN Sumut M Jamil Sipayung SH MH memaparkan FBN di Sumut berperan membantu pemerintah dalam memberi pemahaman kepada masyarakat untuk membangun spirit kebangsaan, mendukung program pemerintah dan mendukung stabilitas negara.

Ia menambahkan bahwa masyarakat masih rindu dengan era masa lalu. Dengan perubahan UUD 1945 di era reformasi, bukan membikin keadaan bangsa yang lebih bagus.

“Tata pemerintahan makin kacau, arah haluan pembangunan semakin kacau dengan hilangnya Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN). Kecintaan kita pada republik juga makin luntur,” tegas M Jamil Sipayung SH MH.

Ketua DPW FBN Sumut menambahkan bahwa teritorial dulu terjaga dengan rapi. Kini jumlah provinsi bertambah namun kepulauan kita diklaim dan dikuasai orang-orang asing. “Ini kesedihan kita. kembalikanlah ke UUD 1945 yang asli agar bangsa kita menjadi lebih baik," katanya.

M Jamil Sipayung SH MH mengutarakan bahwa saat ini terdapat delapan DPD FBN di Sumut yakni Medan, Deliserdang, Serdangbedagai, Langkat, Batubara, Asahan, Tapanuli Tengah dan Sibolga. "Kita harap kepengurusan solid, dapat menjalankan tugas yang diamanahkan dan membentuk DPD FBN lainnya di Sumut," harapnya. (dmp)

Editor : Johan Panjaitan
#sumut #dpw #RI #Forum Bela Negara #negara kesatuan