Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Ratusan Mahasiswa Demo DPRD Pematangsiantar, Sempat Ricuh dan Bakar Ban

Johan Panjaitan • Senin, 1 September 2025 | 19:10 WIB
UNJUKRASA: Ratusan masyarakat dan mahasiswa berunjukrasa di DPRD Kota Pematangsiantar, Senin (1/9). (PRA EVASI/SUMUT POS)
UNJUKRASA: Ratusan masyarakat dan mahasiswa berunjukrasa di DPRD Kota Pematangsiantar, Senin (1/9). (PRA EVASI/SUMUT POS)

PEMATANGSIANTAR, Sumutpos.jawapos.com-Ratusan mahasiswa dan masyarakat dari berbagai elemen melakukan unjukrasa di depan Kantor DPRD Kota Pematangsiantar, Senin (1/9/2025) siang. Aksi yang semula berjalan damai ini sempat memanas dan nyaris ricuh, terutama ketika massa mendesak masuk ke halaman gedung DPRD yang dijaga ketat oleh aparat.

Massa yang tergabung dalam aliansi Cipayung Plus memulai aksi dengan berorasi di depan Kantor Polres Pematangsiantar, namun tidak berlangsung lama. Sekitar pukul 13.00 WIB, mereka kemudian berpindah ke Kantor DPRD Kota Pematangsiantar yang jaraknya hanya sekitar 50 meter dari Mapolres.

Setibanya di depan DPRD, gerbang gedung legislatif tersebut tertutup rapat dan dijaga ketat oleh aparat kepolisian. Mahasiswa pun melakukan orasi dari luar pagar, menyuarakan kekecewaan terhadap anggota DPR yang dinilai tidak berpihak pada rakyat.

“Para anggota DPR menikmati gaji dan tunjangan besar, sementara masyarakat kesulitan mencari makan dan pekerjaan,” teriak salah satu orator dari atas mobil komando.

Massa Desak Masuk, Suasana Memanas

Massa terus mendesak agar gerbang DPRD dibuka, membuat situasi sempat memanas dan terjadi ketegangan antara demonstran dan aparat. Untuk mencegah konflik, akhirnya gerbang dibuka, dan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Pematangsiantar keluar menemui pengunjuk rasa.

Ketua DPRD Timbul Lingga, didampingi oleh anggota DPRD Wesli Silalahi, serta Kapolres AKBP Sah Udur Sitinjak, menyampaikan bahwa aspirasi mahasiswa akan diteruskan ke pemerintah pusat.

Setelah menyampaikan pernyataan tersebut, Forkopimda kembali ke dalam gedung, namun massa tetap bertahan di depan gedung DPRD.

Tak lama kemudian, rombongan Mahasiswa Universitas Simalungun bergabung dengan kelompok Cipayung Plus, membuat jumlah demonstran semakin besar. Aparat pun menambah pengamanan di sekitar gedung DPRD.

Ketegangan kembali meningkat ketika massa mencoba kembali mendekat ke gerbang dan terjadi aksi dorong-dorongan dengan aparat. Bahkan, dari tengah kerumunan sempat terjadi lemparan botol air mineral ke arah Forkopimda dan aparat yang berjaga.

Meski demikian, situasi masih bisa dikendalikan setelah penanggung jawab aksi turun tangan untuk menenangkan massa.

Sebagai bentuk kekecewaan dan protes terhadap DPRD, massa kemudian membakar ban di tengah jalan di depan gedung DPRD. Aksi ini menyebabkan arus lalu lintas di sekitar kawasan sempat tersendat.

Hingga pukul 15.20 WIB, ratusan mahasiswa dan masyarakat masih bertahan di depan gedung DPRD. Sementara aparat gabungan dari TNI-Polri tetap berjaga untuk memastikan situasi tetap kondusif.(mag-7/han)

Editor : Johan Panjaitan
#mahasiswa #kota pematangsiantar #unjukrasa #dprd