STABAT, Sumutpos.jawapos.com- Dugaan minim rambu lalu lintas di lokasi kejadian mobil wisatawan terjun ke aliran Sungai Batangserangan, Dusun Titikurus, Desa Karya Jadi, Batangserangan, ditepis Dinas Perhubungan Langkat.
"Sudah kita pasang rambu-rambu bersama pihak kepolisian dan kecamatan," kata Kadishub Langkat, Arie Ramadhany, Jumat (5/9/2025).
"Bahkan lampu sorot sudah dipasang agar jalan tersebut terang aman dilintasi masyarakat," sambungnya.
Namun berjalannya waktu, rambu yang dipasang seperti barier hilang dan diduga oleh orang yang tak bertanggung jawab. "Lokasi berada di tengah perkebunan sawit, jadi rentan dicuri," kata dia.
"Ini harus kita jaga bersama, agar keselamatan masyarakat tetap terjaga," imbau Arie.
Dia menambahkan, Jalan Lintas Batangserangan-Kwalasawit yang menjadi lokasi kejadian merupakan aset pemerintah provinsi. Karenanya, penerangan pun menjadi tanggung jawab pemprov.
"Itu seharusnya dinas provinsi, karena itu jalan provinsi. Namun, kita dari pemerintah kabupaten sudah berupaya memberikan penerangan," kata Arie.
Kondisi jalan itu juga hancur. Padahal, itu merupakan akses menuju Ekowisata Tangkahan.
Kondisinya kini makin memprihatinkan. Lining atau benteng sungai pun amblas diduga karena abrasi.
Alhasil, jalan lintas menuju Ekowisata Tangkahan itu mengecil dan membahayakan pengendara. Sebelumnya, mobil wisatawan Isuzu Panther BK 1896 XS asal Kabanjahe, Kabupaten Karo, terjun ke aliran Sungai Batangserangan di Jalan Lintas Batangserangan-Kwalasawit, Dusun Titi Kurus, Desa Karya Jadi, Batangserangan, Kamis (4/9/2025).
Peristiwa yang menghebohkan masyarakat itu terjadi diduga karena kondisi jalan yang gelap dan minim rambu lalulintas. Ditambah lagi saat kejadian, hujan deras tengah mengguyur.
Mobil wisatawan itu berisikan 9 orang, termasuk sopir. Kejadian itu mengakibatkan beberapa orang mengalami luka ringan. (ted)
Editor : Johan Panjaitan