DAIRI, Sumutpos.jawapos.com-Bupati Dairi, Ir. Vickner Sinaga, angkat bicara soal ramainya kritik terkait kebijakannya melakukan mutasi puluhan pejabat, termasuk Kepala Puskesmas.
Dalam pidatonya pada Sidang Paripurna DPRD Dairi terkait pengesahan P-APBD 2025, Selasa (30/9/2025) malam, Vickner mengaku mutasi pejabat yang ia lakukan jadi viral di media.
Menurutnya, wajar jika ada pejabat yang sudah bertahun-tahun menjabat kemudian dipindahkan.
“Pejabat yang kita mutasi itu sudah 5 tahun menjabat di sana. Kalau tidak bisa dimutasi, ya kerajaan dong namanya,” ujar Vickner dengan tegas.
Terkait mutasi Kepala Puskesmas, ia mengaku tidak mungkin mengenal semua kinerja pejabat di bawahnya secara langsung.
“Maka saya panggil Kadis untuk minta masukan terkait siapa yang akan dimutasi,” jelasnya.
Tak hanya soal mutasi, Vickner juga menyinggung kritik lain yang diarahkan padanya saat melakukan kegiatan bersih-bersih di Pusat Pasar Sidikalang.
“Kita dituding melibatkan anak sekolah untuk mengorek sampah. Kasihan PD Pasar dan kepala sekolahnya kalau dituding begitu,” ucapnya dengan nada kesal.
Sementara itu, pada sidang paripurna yang sama, DPRD Dairi resmi mengesahkan P-APBD Dairi tahun 2025 senilai Rp1,2 triliun lebih. Dari 7 fraksi, 6 fraksi sepakat menyetujui Ranperda tersebut menjadi Peraturan Daerah.
Meski disahkan, sejumlah fraksi menyoroti keterlambatan penyusunan P-APBD oleh Pemkab Dairi.
“Cukuplah ini yang terakhir. Ke depan, penyusunan P-APBD harus dipercepat agar pembahasan bisa lebih maksimal,” tegas Sekretaris Fraksi Gerindra, Abdul Gafur Simatupang.
Vickner sendiri mengakui pengesahan P-APBD kali ini benar-benar dilakukan di batas akhir.
“Memang ini sudah injury time, tepat di tanggal 30 September 2025,” katanya.(rud/han)