Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Keluarga Warga Langkat Butuh Rp130 Juta untuk Pulangkan Jenazah dari Kamboja, Buka Donasi Publik

Johan Panjaitan • Jumat, 10 Oktober 2025 | 21:10 WIB
Adik Argo, Ega Prasetya saat menunjukkan foto almarhum saat diwawancarai di rumahnya, Desa Karang Rejo, Kecamatan Stabat, Langkat. (Teddy Akbari/Sumut Pos )
Adik Argo, Ega Prasetya saat menunjukkan foto almarhum saat diwawancarai di rumahnya, Desa Karang Rejo, Kecamatan Stabat, Langkat. (Teddy Akbari/Sumut Pos )

BINJAI, Sumutpos.jawapos.com-Harapan keluarga Argo Prasetyo, warga Desa Karang Rejo, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, untuk memulangkan jenazah sang kakak dari Kamboja akhirnya mendapat titik terang. Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kamboja memastikan jenazah bisa dipulangkan ke tanah air. Namun, kabar baik itu datang bersama tantangan besar: biaya pemulangan mencapai sekitar Rp130 juta.

“Sudah ada jawaban dari Pak Ichwan pihak KBRI. Biayanya diperkirakan 8.500 dolar atau sekitar Rp130 juta,” ujar Ega Prasetya, adik almarhum, Jumat (10/10/2025).

Ega menjelaskan, angka tersebut ia dapat setelah berkomunikasi langsung dengan rumah duka tempat jenazah Argo disemayamkan di Kamboja. “Saya menanyakan langsung ke pihak rumah duka yang menyimpan jenazah Bang Argo,” katanya.

Besarnya biaya itu membuat keluarga terpaksa membuka donasi untuk membantu proses pemulangan.
“Jujur, uang sebesar itu sangat berat bagi kami. Sekarang kami sedang berupaya mengumpulkan dana dan membuka donasi. Kami berharap ada orang-orang baik yang mau membantu agar Bang Argo bisa segera dipulangkan,” ungkap Ega penuh haru.

Pergi Tanpa Pamit, Pulang dalam Duka

Argo Prasetyo, pemuda berusia 25 tahun, diketahui berangkat ke Kamboja pada April 2024 tanpa memberi tahu keluarga. Sebelumnya, ia bekerja di salah satu retail modern di Indonesia. Setibanya di Kamboja, Argo masih sempat berkomunikasi dengan keluarga hingga akhirnya kontak terputus.

Kabar mengejutkan datang pada Senin (29/9/2025), ketika sebuah akun media sosial warga Vietnam mengunggah postingan tentang seorang pria Indonesia yang diduga dianiaya dan ditelantarkan di tempat pembuangan sampah. Belakangan, korban diketahui adalah Argo.

Melalui komunikasi dengan warga Vietnam tersebut—yang dilakukan Ega dengan bantuan terjemahan bahasa—terungkap bahwa Argo sempat dirawat selama empat hari di Rumah Sakit Syavrieng Provincial Hospital sebelum akhirnya meninggal dunia pada Selasa (30/9/2025).

“Begitu tahu itu Bang Argo, kami langsung berusaha menghubungi semua pihak, termasuk KBRI. Kami ingin jenazahnya bisa segera pulang dan dimakamkan di kampung halaman,” ujar Ega.

Keluarga Harap Bantuan Pemerintah dan Dermawan

Kini, keluarga besar Argo masih berjuang mengumpulkan dana sambil menunggu tindak lanjut dari KBRI dan pihak terkait. Mereka berharap pemerintah dan masyarakat dapat membantu agar jenazah bisa segera dipulangkan dan dimakamkan secara layak di Langkat.

“Yang kami harapkan sekarang cuma satu: Bang Argo bisa pulang, agar keluarga bisa melihat dan mengantarkannya ke tempat peristirahatan terakhir,” tutup Ega dengan suara bergetar.(ted/han)

Editor : Johan Panjaitan
#donasi #kbri #jenazah #pemulangan #kabupaten langkat #kamboja