BATUBARA, Sumutpos.jawapos.com-Momentum Pekan Seni Budaya Daerah (PSBD) Batubara ke-VII menjadi ajang bersejarah bagi Paguyuban Keluarga Besar Pujakesuma Kabupaten Batubara. Di hari kedua penyelenggaraan PSBD yang berlangsung di Tanjung Gading, Sabtu (1/11/2025), Dewan Pengurus Daerah (DPD) Pujakesuma Batubara mengukuhkan pengurus di 12 kecamatan sekaligus meluncurkan Koperasi Serba Usaha Pujakesuma.
Ketua DPD Pujakesuma Batubara, Dr. Hadi Suriono, menyampaikan apresiasi dan semangat baru bagi seluruh pengurus yang baru dilantik. Ia menegaskan, koperasi ini akan menjadi embrio ekonomi bagi keluarga besar Pujakesuma dan masyarakat Batubara.
“Kalau Pujakesuma mau besar, semua harus bermula dari peran serta warganya sendiri. Koperasi ini akan dikembangkan dengan sistem digital agar pelayanan bisa dilakukan mudah hanya lewat ponsel,” ujar Dr. Hadi yang juga menjabat Wakil Rektor Universitas Asahan.
Ia menambahkan, langkah tersebut sejalan dengan cita-cita Bupati Batubara H. Baharuddin Siagian, SH, M.Si untuk mewujudkan masyarakat Batubara yang bahagia dan sejahtera.
Dalam kesempatan itu, Dr. Hadi juga menyampaikan pesan Bupati kepada keluarga besar Pujakesuma agar terus menguatkan kegiatan sosial, budaya, dan pendidikan, sekaligus menjadi garda terdepan dalam pencegahan narkoba di tengah masyarakat.
Sekjen DPW Pujakesuma Sumatera Utara, Dr. Joko Susilo, M.Com, turut memberikan apresiasi kepada Dr. Hadi yang dinilainya berkarakter ramah dan memiliki semangat persaudaraan yang kuat. Ia berharap Pujakesuma dapat menjadi wadah yang rukun, raket (akrab), regeng (saling menghargai), dan rumekso (saling mencintai).
“Kehadiran Pujakesuma di tengah masyarakat harus memberi warna dan makna positif, sejalan dengan motto Bupati Baharuddin Siagian–Syafrizal: Batubara Bahagia,” ujarnya.
Dr. Joko menegaskan tiga hal penting untuk mencapai cita-cita tersebut: kesadaran, persatuan, dan karya nyata. Menurutnya, jika kesadaran dan persatuan sudah terbangun, maka karya-karya besar akan mudah diwujudkan.
Bupati Batubara diwakili oleh Asisten II Sekdakab Batubara, Drs. Bambang Suprapto, yang dalam sambutannya mengulas sejarah lahirnya Pujakesuma pada 20 Juli 1980 oleh Letkol Mas Sukardi.
Bambang menegaskan bahwa Pujakesuma memiliki tiga peran strategis:
Wadah pelestarian budaya,
Sarana solidaritas sosial, dan
Penggerak pembangunan daerah.
“Pemerintah Kabupaten Batubara menilai Pujakesuma berdiri sejajar dengan organisasi lain. Bupati dan Wakil Bupati tidak bisa bekerja sendiri. Pujakesuma punya potensi besar untuk ikut mewujudkan Batubara Bahagia,” tegasnya.
Ia juga menepis anggapan negatif terkait pelaksanaan PSBD yang dianggap menghabiskan anggaran besar. Menurutnya, kegiatan ini memiliki efek ekonomi berganda yang signifikan.
“Selama sebulan PSBD digelar, perputaran uang bisa mencapai miliaran rupiah. Selain itu, kegiatan 10 etnis ini mempererat kerukunan, memperkuat silaturahmi, dan memperkenalkan budaya lokal kepada generasi muda,” tuturnya.
Kegiatan pelantikan ini turut dihadiri sejumlah tokoh Pujakesuma Batubara, di antaranya Letkol TNI Yakob dan Mustafa Kamal Ratta, serta jajaran pengurus dari 12 kecamatan se-Batubara.(lib/han)
Editor : Johan Panjaitan