BATUBARA, Sumutpos.jawapos.com-Maraknya keberadaan ritel modern di Kabupaten Batubara menuai protes keras dari kalangan pedagang pasar dan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM). Mereka menilai pemerintah daerah kurang berpihak terhadap ekonomi rakyat kecil.
Koordinator Persatuan Pedagang Pasar dan Pedagang Pinggiran Jalan (P4J) Kabupaten Batubara, Bambang Irawan, menyatakan pihaknya telah melayangkan surat resmi kepada Bupati Batubara melalui Nomor: 15/Pan.P4/2025 yang juga ditembuskan ke Ketua DPRD, Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan, serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).
Isi surat tersebut menegaskan penolakan terhadap pemberian izin usaha pasar ritel dan jaringan minimarket modern lainnya, terutama yang beroperasi di sekitar pasar tradisional dan kawasan pedesaan.
“Pemerintah daerah seharusnya memberikan perlindungan dan keberpihakan terhadap ekonomi rakyat kecil, bukan justru memfasilitasi pengusaha besar masuk ke pelosok desa,” ujar Bambang dengan nada kecewa, Senin (3/11).
Menurutnya, izin usaha yang diberikan secara tidak terkendali tanpa kajian sosial dan ekonomi hanya akan menimbulkan kematian ekonomi lokal. Dampaknya, pedagang kecil kehilangan pelanggan, pasar tradisional sepi, dan banyak keluarga kehilangan sumber penghasilan.
P4J mendesak Pemkab Batubara dan DPRD untuk segera:
1. Menolak serta mencabut izin usaha minimarket berjejaring yang sudah atau akan beroperasi di wilayah Batubara.
2. Membuat regulasi tegas yang membatasi pendirian toko waralaba modern di sekitar pasar tradisional dan pedesaan.
3. Memberikan perlindungan nyata bagi pedagang kecil dan UMKM, agar mampu bertahan dan berkembang di tengah gempuran ritel besar.
“Kami berharap pemerintah benar-benar berpihak kepada rakyat kecil. Jangan biarkan ekonomi lokal mati pelan-pelan karena kalah bersaing dengan korporasi besar,” tegas Bambang.
Fenomena menjamurnya minimarket waralaba memang menjadi persoalan klasik di berbagai daerah. Jika tidak diatur dengan bijak, kondisi ini dapat memperlebar kesenjangan ekonomi dan mematikan denyut pasar tradisional yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat kecil.(lib/han)
Editor : Johan Panjaitan