Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Viral Dugaan Pelayanan Buruk, RSUD Sidikalang Beri Penjelasan Pasien Meninggal

Johan Panjaitan • Selasa, 4 November 2025 | 09:20 WIB
Direktur RSUD Sidikalang, dr Mey Sitanggang (kiri) memberikan penjelasan terkait kronologi pasien meninggal di RSUD Sidikalang, Minggu (2/11/2025). (RUDY SITANGGANG/SUMUT POS)
Direktur RSUD Sidikalang, dr Mey Sitanggang (kiri) memberikan penjelasan terkait kronologi pasien meninggal di RSUD Sidikalang, Minggu (2/11/2025). (RUDY SITANGGANG/SUMUT POS)

DAIRI,Sumutpos.jawapos.com-Kasus meninggalnya seorang pasien bernama Rayani Berampu (25), warga Desa Berampu, Kecamatan Berampu, Kabupaten Dairi, menjadi sorotan publik setelah videonya viral di media sosial. Dalam video yang beredar, keluarga korban menuding pelayanan RSUD Sidikalang lambat hingga menyebabkan nyawa Rayani tak tertolong.

“Jam 12 malam kami masuk IGD, tetapi tidak ditangani. Mana dokter? Adik saya meninggal, pendarahan. Harus tanggung jawab kalian!” demikian suara pria dalam video yang diunggah ke akun Facebook Brampu-Berampu, Minggu (2/11/2025).

Pria tersebut juga menyebut bahwa korban semula dijadwalkan menikah pada 13 November 2025 mendatang, menambah kesedihan keluarga atas kepergian Rayani.
Penjelasan RSUD Sidikalang

Menanggapi tudingan tersebut, Direktur RSUD Sidikalang, dr Mey Sitanggang, memberikan klarifikasi dan menjelaskan kronologi sebenarnya. Ia menegaskan bahwa pelayanan medis telah dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP).

“Fakta sebenarnya, pasien tiba di IGD pada pukul 01.07 dini hari, bukan pukul 12 malam seperti yang disebutkan dalam video,” ujar dr Mey, Senin (3/11/2025).

Begitu tiba, pasien diperiksa oleh perawat dengan hasil kondisi umum stabil. Ia datang dengan keluhan muntah darah, demam, serta batuk selama tiga hari terakhir, dan memiliki riwayat penyakit hipertiroid.

Setelah pemeriksaan awal, pasien langsung mendapat tindakan berupa pemasangan infus, pemberian oksigen, obat, serta pemeriksaan laboratorium darah. Pasien juga menjalani foto rontgen dan terapi lanjutan untuk menghentikan muntah darah.

Sekitar pukul 06.00 WIB, keluarga pasien melaporkan adanya keluhan darah keluar dari kemaluan saat pasien ke kamar mandi. Dokter IGD pun segera berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan dan melakukan pemeriksaan USG.

“Pukul 14.20 WIB pasien dipindahkan ke ruang perawatan dalam kondisi normal dan bahkan berjalan sendiri ke tempat tidur ruangan,” jelas dr Mey.

Namun, kondisi pasien mendadak memburuk sekitar pukul 16.05 WIB. Tim medis segera melakukan resusitasi atau pompa jantung, tetapi nyawa pasien tidak tertolong. Ia dinyatakan meninggal dunia pada pukul 16.32 WIB.

dr Mey Sitanggang menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya Rayani Berampu. Ia menegaskan pihak rumah sakit akan melakukan audit medis untuk memastikan semua tindakan sudah sesuai prosedur dan memberikan kejelasan bagi pihak keluarga.

Baca Juga: Kuasa Hukum Raisa Tegaskan Kabar Hamish Daud Selingkuh Hanya Rumor

“Manajemen akan menyurati komite medik RSUD Sidikalang untuk melakukan audit medis agar semuanya terang,” ujarnya.

RSUD Sidikalang, tambahnya, berkomitmen memberikan pelayanan terbaik dan terbuka terhadap proses evaluasi demi perbaikan sistem layanan di masa mendatang.

Editor : Johan Panjaitan
#video viral #rsud sidikalang #pasien #meninggal