DAIRI, Sumutpos.jawapos.com-Bupati Dairi, Ir. Vickner Sinaga, didampingi Wakil Bupati Wahyu Daniel Sagala, melantik dan merotasi sebanyak 16 pejabat pimpinan tinggi pratama (eselon 2) serta mengambil sumpah 10 pegawai negeri sipil (PNS) yang sebelumnya berstatus CPNS.
Pelantikan berlangsung di Gedung Balai Budaya Sidikalang, Selasa (4/11/2025), diawali dengan pembacaan keputusan Bupati oleh Sekretaris BKPSDM Dairi, Roy Karya Sinaga.
Rotasi jabatan tersebut di antaranya menempatkan Oloan Hasugian sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup menggantikan Saut Maruli Tua Sinaga, yang kini menjabat Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan. Rahmat Syah Munthe berpindah dari Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga menjadi Kepala BKAD, sementara posisinya digantikan oleh Iwan Taruna Berutu.
Selain itu, Fatimah Boangmanalu kini menjabat Kepala Dinas Perindagkop UKM menggantikan Iwan, sedangkan Robot Simanullang dipercaya memimpin Bapenda setelah sebelumnya menjabat Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan. Posisi Kepala Dinas Pertanian sendiri masih kosong.
Perubahan juga terjadi di sejumlah posisi strategis lainnya. Yon Hendrik kini menjadi Kepala BKPSDM menggantikan Junihardi Siregar yang dipindah menjadi Asisten II Bidang Perekonomian. Hotmaida Butar-Butar diangkat menjadi Kepala Kesbangpol menggantikan Yon.
Selanjutnya, Dekman Sitopu dipercaya memimpin BPBD menggantikan posisinya sebelumnya di BKAD. Jonny Hutasoit diangkat sebagai Inspektur, sementara Agel Siregar, sebelumnya Kepala Dinas Sosial, kini menjabat Asisten I Pemerintahan.
Anggara Sinurat dan Ruspal Simarmata masing-masing ditugaskan sebagai Staf Ahli Bupati. Posisi Ruspal di Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak kini digantikan dr. Nitawati Sitohang, sedangkan Dapot Hasudungan Tamba diangkat menjadi Asisten III Administrasi Umum.
Dalam sambutannya, Bupati Vickner Sinaga menekankan pentingnya profesionalitas dan kemampuan multi skill bagi seluruh pejabat yang baru dilantik.
“Kita ini ibarat kapal besar yang harus berlayar dengan kokoh. Pejabat yang saya lantik hari ini harus mampu bekerja lintas bidang, adaptif, dan multi skil,” tegas Vickner.
Ia menjelaskan, proses rotasi memerlukan waktu panjang karena harus menyesuaikan dengan berbagai regulasi, termasuk ketentuan dari Kementerian Dalam Negeri dan BKN.
“Dulu mutasi mudah dilakukan, sekarang setiap jabatan, terutama Inspektur, harus melalui mekanisme dan tahapan yang ketat,” jelasnya.
Bupati juga menyampaikan terima kasih kepada tim kepegawaian atas kerja kerasnya dalam proses seleksi dan penempatan pejabat baru.
Dari hasil rotasi tersebut, tercatat enam jabatan pimpinan tinggi pratama masih kosong, yaitu di Dinas Pendidikan, Dinas Perhubungan, Dinas Sosial, Dinas Pertanian, Dinas Kominfo, dan satu posisi Staf Ahli Bupati.(rud/han)
Editor : Johan Panjaitan