Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Banjir Besar Rendam Empat Desa di Siulang Aling, Warga Mengungsi dan Butuh Bantuan Cepat

Johan Panjaitan • Senin, 24 November 2025 | 21:01 WIB
TERENDAM: Pemukiman warga empat desa di kawasan Siulang Aling, Kecamatan Muara Batang Gadis, terendam banjir. (ISTIMEWA/SUMUT POS)
TERENDAM: Pemukiman warga empat desa di kawasan Siulang Aling, Kecamatan Muara Batang Gadis, terendam banjir. (ISTIMEWA/SUMUT POS)

MADINA, Sumutpos.jawapos.com-Hujan deras yang tak henti mengguyur wilayah Pantai Barat Muara Batang Gadis selama delapan hari terakhir, menyebabkan empat desa di kawasan Siulang Aling, Kecamatan Muara Batang Gadis, terendam banjir. Desa Hutaimbaru, Lubuk Kapundung I, Lubuk Kapundung II, dan Ranto Panjang dilaporkan mengalami dampak paling parah.

Banjir pertama kali merendam Desa Hutaimbaru dengan ketinggian air mencapai 1–2 meter sejak tiga hari lalu hingga hari ini. Sementara tiga desa lainnya mulai terendam pada Senin pagi (24/11/2025) dengan ketinggian air hampir mencapai satu meter.

“Banjir lebih dulu melanda Desa Hutaimbaru. Air sudah 1–2 meter sejak tiga hari lalu. Desa lain baru tadi pagi terendam,” ujar Chandra Pulungan, warga Hutaimbaru, Senin (24/11).

Di Lubuk Kapundung II, luapan air juga belum menunjukkan tanda-tanda surut. “Hujan masih deras. Untung banjir datang pagi, jadi kami langsung meliburkan anak-anak dari sekolah dan mengamankan mereka ke tempat yang lebih aman,” kata Sadun Lubis, warga setempat.

Banyak warga di empat desa tersebut kini mengungsi ke dataran yang lebih tinggi, termasuk ke SMP Rantau Panjang. Aktivitas sehari-hari lumpuh, terutama kebutuhan warga untuk pergi ke pasar atau bekerja mencari nafkah.

“Akibat banjir ini, kami sangat berharap bantuan segera datang. Kami tidak bisa lagi berpekan atau ke pasar Tabuyung,” tambah Sadun.

Sementara itu, Kepala BPBD Mandailing Natal, Mukhsin Nasution, mengonfirmasi bahwa pemerintah daerah telah mengirimkan bantuan darurat berupa makanan dan tenda sejak siang tadi. Namun, distribusi terkendala kondisi cuaca ekstrem dan tingginya debit air sungai.

“Mungkin bantuannya belum sampai karena cuaca tidak mendukung. Perahu pembawa bantuan belum bisa melewati sungai. Kami minta masyarakat bersabar. Pemerintah berupaya semaksimal mungkin agar bantuan tiba secepatnya,” ujarnya.

Hingga malam ini, hujan masih turun deras dan banjir belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Warga berharap upaya pemerintah dapat segera membuka akses dan memastikan bantuan tiba tanpa hambatan.(king/han)

Editor : Johan Panjaitan
#hujan deras #banjir #mandailing natal