Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

BPBD Sumut Mencatat 13 Orang Meninggal Dampak Bencana di Tapteng dan Tapsel

Juli Rambe • Rabu, 26 November 2025 | 15:46 WIB
BANJIR: Warga saat melintasi jalan yang banjir di Kabupaten Tapanuli Selatan. (Dok: istimewa)
BANJIR: Warga saat melintasi jalan yang banjir di Kabupaten Tapanuli Selatan. (Dok: istimewa)

 

MEDAN, SUMUT POS- Kepala Bidang Penanggulangan Bencana dan Logistik BPBD Sumatera Utara, Sri Wahyuni Pancasila Wati, menyebut hingga 26 November 2025, BPBD Sumut korban di berbagai wilayah yang mengalami bencana banjir dan longsor terus bertambah. Hingga kini, pihaknya masih terus melakukan penanganan dan pendataan.

Di Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga terjadi pada 25 November 2025, dengan jenis bencana longsor.

Di Tapanuli Tengah tercatat 4 orang meninggal dunia, sementara data luka-luka serta kerusakan rumah dan infrastruktur masih dalam pendataan.

"Upaya evakuasi terus dilakukan, dengan kebutuhan mendesak berupa personel, logistik, peralatan, alat komunikasi, dan pasokan listrik," ucap Sri saat dikonfirmasi Sumut Pos, Rabu (26/11/2025).

Kemudian Di Kota Sibolga, seluruh data korban dan kerusakan masih dalam pendataan. Tim BPBD tetap mengevakuasi warga dan melakukan kajian cepat di lapangan.

Di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), bencana terjadi lebih awal pada 21 November 2025, menyebabkan 561 KK atau 2.244 jiwa mengungsi. Sebanyak 13 rumah rusak berat, lahan pertanian seluas 85 hektare terdampak, dan satu unit sekolah mengalami kerusakan.

"Sampai saat ini tidak ada korban jiwa, namun kebutuhan bantuan masih mendesak, terutama personel, logistik, dan peralatan," ucapnya.

Sementara itu, Kabupaten Tapanuli Selatan yang dilanda bencana pada 24 November 2025 mengalami dampak paling berat, dengan 9 orang meninggal dunia, 37 luka-luka, dan 3 orang hilang. Kerusakan tercatat pada 12 rumah rusak berat, 6 rusak sedang, dan 312 rusak ringan, serta satu sekolah terdampak.

Di Kabupaten Tapanuli Utara, peristiwa pada 25 November 2025 menyebabkan 19 KK mengungsi, dengan kerusakan 5 rumah rusak berat dan 64 rusak ringan. Infrastruktur turut terdampak, termasuk empat ruas jalan dan satu jembatan terputus.

Kabupaten Nias Selatan, yang terdampak pada 24 November 2025, melaporkan satu rumah rusak berat dan gangguan pada satu ruas jalan, tanpa korban jiwa maupun luka-luka.

Terakhir, Kota Padang Sidempuan mencatat satu warga hilang dan 220 jiwa mengungsi akibat banjir bandang dan tanah longsor pada 25 November 2025, dengan pendataan kerusakan yang masih berlangsung.

"BPBD Sumut memastikan seluruh tim di daerah terdampak terus melakukan evakuasi, pendataan, dan penanganan darurat, sembari menekankan kebutuhan bantuan segera berupa personel tambahan, logistik, peralatan, serta fasilitas komunikasi dan listrik,"ucap Sri.(san/ram)

 

 

 

 

 

 

 

Editor : Juli Rambe
#Korban bencana di Sumut #Korban meninggal dunia di Tapteng #bpbd sumut