Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Evakuasi Banjir Tim SAR di Besitang Langkat, Satu Lansia Meninggal Dunia

Juli Rambe • Kamis, 27 November 2025 | 15:10 WIB
TIBA: Basarnas Medan saat tiba di Kecamatan Besitang, Langkat. (Dok: Istimewa/Sumut Pos)
TIBA: Basarnas Medan saat tiba di Kecamatan Besitang, Langkat. (Dok: Istimewa/Sumut Pos)

 

STABAT, SUMUT POS- Masyarakat yang terdampak banjir di Dusun Kampung Lama, Desa Pekan Besitang, Kecamatan Besitang, Langkat, mulai dievakuasi Badan Nasional Pencairan dan Pertolongan Medan, Rabu (26/11/2025) malam. Curah hujan yang tinggi mengakibatkan Sungai Besitang meluap hingga merendam pemukiman masyarakat.

Bahkan, Jalan Lintas Sumatera dilaporkan lumpuh total karena terendam banjir. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Medan, Hery Marantika menyebut, tim diberangkatkan setelah menerima informasi dari BPBD Langkat dan perangkat desa setempat.

“Setelah memperoleh laporan bahwa terdapat warga yang terjebak banjir dan membutuhkan evakuasi, kami langsung mengerahkan dua tim rescue berjumlah 14 orang berikut peralatan seperti perahu karet, life jacket, dan helm keselamatan. Prioritas kami adalah memastikan seluruh warga terjebak dapat dievakuasi dengan aman," ujar Hery Marantika. 

Dia menyebut, tim gabungan kemudian melakukan penyisiran ke kawasan pemukiman setibanya di lokasi. Saat itu, ketinggian air sudah mencapai 80 sampai 160 centimeter.

Beberapa warga lanjut usia, perempuan, dan anak-anak dievakuasi dalam keadaan selamat menggunakan perahu karet dan truk milik Basarnas Medan. Mereka dibawa menuju lokasi aman yang telah disiapkan oleh pemerintah desa. 

"Di lokasi tersebut Tim SAR Gabungan juga mengevakuasi seorang warga lansia yang meninggal dunia dan telah diserahkan kepada pihak keluarga dan pemerintah setempat," ujar Hery. 

Hery menambahkan pihaknya terus melakukan pemantauan kondisi banjir mengingat curah hujan di wilayah Langkat dan sekitarnya masih cukup tinggi. "Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan. Jika terjadi peningkatan debit air, segera menghubungi aparat setempat atau memanfaatkan layanan panggilan darurat 115 Basarnas," serunya.

Kecamatan Besitang menjadi salah satu wilayah yang terdampak parah akibat cuaca ekstrem tersebut. Namun begitu, belum ada data resmi dari pemerintah daerah terkait jumlah penduduk yang terdampak. (ted/ram)

 

 

Editor : Juli Rambe
#Evakuasi korban banjir di Langkat #Banjir di Langkat