BINJAI, Sumutpos.jawapos.com- Ketua DPRD Binjai, Gusuartini br Surbakti yang karib disapa Tini, akhirnya buka suara terkait polemik anggaran tenaga pengamanan sebesar Rp600 juta. Politisi Partai Golkar itu menegaskan, uang rakyat tersebut dikembalikan ke Sekretariat DPRD Binjai.
"Itu dimasukkan ke anggaran sekretariat, kita kembalikan ke sekretariat," ungkap Tini, Rabu (3/12/2025).
Wanita berkacamata itu memang mengakui, ada anggaran tenaga pengamanan untuk pimpinan DPRD Binjai direncanakan. Namun saat dalam pembahasan, terjadi perdebatan.
Sejumlah anggota dewan ada yang menolak keras rencana dan penganggaran uang rakyat untuk tenaga pengamanan bak bodyguard untuk Pimpinan DPRD Binjai. Karenanya, Tini sebagai Ketua DPRD Binjai tidak akan merealisasikan itu.
"Itu dianggarkan, tapi tidak ada lagi bahasa itu. Sudah tidak ada lagi," jelasnya.
Dalam rapat pembahasan anggaran dengan gabungan komisi yang dibentuk, menurut Tini, ketiga Pimpinan DPRD Binjai hadir mengikuti jalannya rapat tersebut. Adapun ketiga Pimpinan DPRD Binjai dimaksud yakni, Gusuartini br Surbakti selaku ketua, Juli Sawitma Nasution selaku wakil ketua I dan Hairil Anwar selaku wakil ketua II.
"Terjadi sedikit perdebatan sesama anggota dewan (dalam rapat pembahasan anggaran), tapi sesudah itu kita tetap mengambil kesimpulan itu tidak jadi dianggarkan," beber Tini.
Usai rapat pembahasan, kata Tini, dilanjutkan dengan rapat paripurna pengesahan Rancangan APBD 2026. "Dalam rapat paripurna, kita minta Banggar (badan anggaran) untuk menyampaikan hasil, pak Ependi Ginting yang menyampaikan hasil Banggar," bebernya.
"Di situ juga tidak ada bahasa bahwasanya untuk menjaga rumah pimpinan Rp600 juta itu. Seharusnya kalau memang ada dan sebagai anggota dewan yang hadir, kita bisa interupsi," tandasnya.
Ada 14 orang tenaga pengamanan Pimpinan DPRD Binjai untuk ketua, wakil ketua I dan wakil ketua II. Jika dibagi untuk 3 pimpinan, ada yang diamankan 5 orang dan 4 orang.
Sementara setiap tenaga pengamanan itu mendapat gaji Rp3.600.570 di tengah efisiensi anggaran ketat yang digaungkan Presiden Prabowo. Mirisnya, besaran gaji itu di atas UMR Binjai 2025 yang tercatat sebesar Rp3.075.365. (ted/han)
Editor : Johan Panjaitan