Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Jalan Utama Padangtualang-Batangserangan di Langkat Terputus

Johan Panjaitan • Jumat, 5 Desember 2025 | 20:30 WIB
Pengendara motor saat mendorong kendaraannya melintas di Jalan Utama Padangtualang-Batangserangan yang terputus. (Teddy Akbari/Sumut Pos)
Pengendara motor saat mendorong kendaraannya melintas di Jalan Utama Padangtualang-Batangserangan yang terputus. (Teddy Akbari/Sumut Pos)

STABAT, Sumutpos.jawapos.com- Jalan utama Padangtualang-Batangserangan terputus, dampak dari banjir yang menerjang Kabupaten Langkat. Jalan utama dari Tanjung Beringin, Kecamatan Hinai, yang menghubungkan Kecamatan Padangtualang dengan Sawitseberang dan Batangserangan kini hanya dapat dilalui pengendara motor.

Masyarakat setempat membuat jalur penyeberangan dengan material seadanya. Berupa batang pohon kepala yang dilapis dengan papan dan diikat dengan tali serta kawat seadanya. Bahkan, pengendara motor yang melintas dilarang naik di atas kendaraannya.

Disarankan untuk turun sembari mendorong kendaraannya saat melintas di perlintasan penyeberangan seadanya tersebut. Kondisi jalan utama yang longsor dan membuat akses terputus, sudah dilihat Gubernur Bobby Nasution dan Wakil Ketua DPRD Sumut, Ricky Anthony.

Mereka melihat kondisi itu seraya berbincang mengenai penanganannya. Sayangnya, Bobby menolak diwawancarai.

Warga Dusun VII Paluh Medan, Desa Besilam, Juriah mengungkapkan, jika jalan tersebut sudah putus sejak tujuh hari yang lalu. "Sudah tujuh hari lah jalan ini terputus. Karena arus banjir waktu itu terlalu deras bawahnya terkikis, jadi amblas dan terputus," katanya.

Begitu jalan itu terputus, kata dia, masyarakat pun bergotong royong membuat jembatan alternatif. "Jembatan ala kadar lah. Tapi yang hanya bisa melintas sepeda motor saja," kata Juriah.

Menurutnya, ada jalan lain yang dapat ditempuh. Namun, harus memutar dan terlalu jauh.

"Ada akses atau jalan lain, tapi jauh kita mutar dari Tanjungpura lalu melintasi Besilam," beber wanita yang kesehariannya berjualan.

"Kalau di rumah saya airnya sangat tinggi, hampir menyentuh atap," sambungnya.

Juriah dan masyarakat lainnya pun berharap, agar jalan yang terputus itu agar segera diperbaiki segera mungkin. "Karena jalan ini bisa dibilang jalan utama untuk kesana-kemari, biar kami masyarakat tidak mutar-mutar," ujarnya.

"Misal masyarakat Batangserangan, Sawitseberang, dan Padangtualang, kalau mau ke Medan atau ke Stabat, pasti melalui jalan ini. Dan biasa angkutan umum juga banyak melintas, akibat jalannya putus, sementara tidak ada," tandasnya. (ted/han)

Editor : Johan Panjaitan
#terputus #jalan utama #amblas #Padangtualang #Batangserangan Langkat