SIANTAR, SUMUT POS- Sekretaris Daerah Kota Pematangsiantar Junaedi Sitanggang secara tegas mengatakan bahwa operasional Terminal Tanjung Pinggir adalah harga mati yang harus dilaksanakan.
Penegasan disampaikan saat Rapat Koordinasi Optimalisasi Pemanfaatan Terminal Tanjung Pinggir, di Ruang Data Pemko Pematangsiantar, Kamis (4/12/2025) sore yang dihadiri pengusaha angkutan penumpang, perwakilan TNI/Polri.
Dalam arahannya, Junaedi menyampaikan tidak ada alasan menunda rencana operasional Terminal Tanjung Pinggir.
"Kebijakan harus dilaksanakan. Segala sarana dan prasana mesti dimanfaatkan. Sehingga operasional Terminal Tanjung Pinggir harga mati yang harus dilaksanakan," ujar Junaedi.
Optimalisasi Terminal Tanjung Pinggir ini juga disebutkan akan dilaksanakan sebelum Libur Natal dan Tahun Baru yakni Tanggal 15 Desember 2025 sudah mulai beroperasi.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Daniel Siregar menyampaikan bahwa Pemko Pematangsiantar sudah melakukan sosialisasi kepada pengusaha bus beberapa bulan sebelumnya.
"Kami sudah menyurati beberapa kali dan bertemu langsung kepada pengusaha Bus penumpang terkait terminal Tanjung Pinggir yang akan dioperasikan," ujar Daniel Siregar.
Daniel Siregar menambahkan kondisi Terminal Tanjung Pinggir saat ini sudah dilengkapi sarana dan prasana sehingga pengoperasiannya sudah bisa dilakukan.
Sementara itu, atas rencana ini, para pengusaha Bus sepakat dan mendukung pengoperasian Terminal Tanjung Pinggir . Namun mereka meminta supaya Angdes tidak lagi masuk kota namun langsung masuk ke Terminal.
Kemudian tidak boleh lagi terminal bayangan di pusat kota dan tidak boleh ada mobil plat hitam beroperasi di terminal.
Atas masukan itu, Junaedi menjawab siap melaksanakan seluruh masukan para pengusaha Bus. (pra/ram)
Editor : Juli Rambe