TAPSEL, Sumutpos.jawapos.com-Satu minggu setelah banjir bandang meluluhlantakkan Desa Tolang Julu pada Kamis, 26 November 2025, upaya pemulihan mulai terlihat nyata.
Sebanyak 15 rumah warga hilang tersapu arus, sementara 40 unit lainnya mengalami kerusakan berat. Di tengah minimnya bantuan pemerintah daerah, Pemerintah Desa Tolang Julu bergerak cepat membangun hunian sementara dengan dukungan TNI, Polri, dan donatur.
“Sejak Jumat kemarin, kami sudah melakukan peletakan batu pertama setelah pematokan lokasi bersama warga yang rumahnya hilang diterjang air bah. Semua ini murni swadaya, tidak ada bantuan dari pemerintah daerah,” ujar Kepala Desa Tolang Julu, Fuad Arrazi Daulay, saat ditemui di posko pengungsian, Selasa (9/12/2025).
Pantauan di lapangan menunjukkan suasana gotong royong yang kuat. Warga, personel TNI, dan Polri bekerja bahu-membahu mendirikan bangunan darurat. Hingga kini, empat unit hunian sementara telah berdiri.
Seluruhnya menggunakan konstruksi kayu, atap seng mega deck, dan lantai semen dengan ukuran standar 4 x 6 meter.
“Kami bergotong royong, tolong-menolong. Ini cara kami bangkit. Rumah saya juga rusak, jadi saya ikut membantu sampai selesai,” ungkap Zailani Nasution, salah seorang warga yang terlibat dalam pembangunan.
Hunian sementara ini menjadi tumpuan harapan bagi puluhan keluarga yang masih bertahan di posko pengungsian. Meski dibuat sederhana, kehadirannya memberi kepastian tempat tinggal sembari menunggu kejelasan soal bantuan rekonstruksi jangka panjang dari pemerintah.
Upaya swadaya ini juga menjadi simbol solidaritas warga Tolang Julu—bahwa meski peristiwa banjir bandang meninggalkan luka mendalam, semangat untuk bangkit tidak ikut hilang bersama rumah-rumah yang hanyut.(mag-11/han)
Editor : Johan Panjaitan