BINJAI, Sumutpos.jawapos.com- Alumni akademi kepolisian (Akpol) tahun 2015, melakukan aksi kemanusiaan di Aceh Tamiang, Kamis (11/12/2025). Mereka hadir dalam rangka peduli bencana alam di Pulau Sumatera, yang salah satunya menyasar Provinsi Aceh.
Alumni dengan nama Batalyon Anindya Yodha ini membawa logistik bahan pangan yang dimuat dalam satu truk. Berangkat dari Polres Langkat di Stabat, waktu yang ditempuh lebih kurang tiga jam.
Alumni Akpol 2015 yang kini sudah menjabat sebagai kepala satuan di Polres Langkat dan Binjai, melakukan aksi kemanusiaan karena melihat dampak bencana cukup memilukan. Batuan logistik bahan pangan dan keperluan lainnya mendarat langsung kepada masyarakat di Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang.
Salah satu alumni Akpol 2015, AKP Hizkia Siagian mengungkapkan rasa duka dan turut prihatin atas musibah yang menimpa hampir seluruh masyarakat Aceh tersebut. Dia berharap, bantuan yang disalurkan dapat meringankan beban masyarakat.
"Kami hadir di Aceh Tamiang dalam rangka menyalurkan logistik bahan pangan untuk masyarakat yang saat ini kehilangan tempat tinggal dan barang berharga lainnya," ungkap Hizkia, Jum'at (12/12/2025).
Tidak hanya Hizkia, juga ada perwira pertama lain hadir dalam aksi kemanusiaan tersebut. Seperti AKP Ghulam Yanuar Lutfi, AKP Pandu Batubara dan AKP Tommy Franata.
Mereka berharap, logistik bahan pangan yang disalurkan dapat meringankan beban masyarakat yang saat ini tengah ditimpa musibah. "Semoga bermanfaat," sambungnya.
Sekitar 117 kilometer, jarak yang ditempuh menuju lokasi penyaluran logistik bahan pangan tersebut. Suasana dan sisa banjir masih membekas di sepanjang Jalan Lintas Sumatera Medan-Aceh, mulai dari Kecamatan Besitang sampai lokasi penyaluran.
Aroma lumpur dari sisa bekas banjir pun masih menyengat saat tiba di Kota Kualasimpang, Aceh Tamiang. Pengusaha di Kota Kualasimpang masih terlihat membersihkan lumpur, sisa bekas banjir dengan ketinggian hingga sebetis orang dewasa.
Sepanjang jalan, masyarakat dari orang dewasa hingga anak-anak, berdiri dengan memegang kardus karton untuk meminta sumbangan kepada pengendara yang melintas. Akses darat sejauh ini sudah dapat ditempuh.
Kantor Bupati Aceh Tamiang dan Gedung Olahraga saat ini menjadi lokasi pengungsian. "Ini kali kedua saya ke Aceh Tamiang, pertama kemarin itu belum lama, saat membawa logistik dari Polres Binjai," tandasnya. (ted/han)
Editor : Johan Panjaitan