LABUHANBATU, Sumutpos.jawapos.com - Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu melakukan berbagai akselerasi pembangunan demi menyelesaikan masalah kesehatan masyarakat. Termasuk terus memperkuat komitmennya dalam menekan angka stunting.
"Penanganan stunting merupakan prioritas utama untuk mewujudkan visi "Labuhanbatu Cerdas Bersinar," kata Bupati Labuhanbatu, Maya Hasmita melalui Kepala Bappeda Labuhanbatu, Nelson Muhammad Bangun, di acara Reviuw Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2025 di Ruang Data dan Karya, Kantor Bupati, Kamis (18/12/2025).
"Pada tahun 2024, angka prevalensi stunting kita berada di angka 25,3%, masih di atas rata-rata Provinsi Sumatera Utara yang sebesar 22%. Kita perlu kerja kolaboratif agar target RPJMD 2025-2029, yaitu 18,5% di tahun 2026, dapat tercapai," ujar Nelson.
Kata, Nelson, Reviuw yang dilaksanakan hari ini juga bertujuan mematangkan persiapan penilaian kinerja stunting tingkat kabupaten/kota se-Sumatera Utara tahun 2026. Nelson menjelaskan ada empat indikator utama yang akan dinilai, yakni :
- Akurasi Data: Ketelitian pada aplikasi Web Bangda Stunting.
- Kemitraan: Kolaborasi program kegiatan dengan mitra pemerintah.
- Efektivitas OPD: Capaian pelaksanaan program kerja di setiap dinas terkait.
- Inovasi: Keberadaan inovasi spesifik dalam penanganan stunting.
Ketua Tim Penggerak PKK Labuhanbatu, Wan Juma Sari Dewi Jamri, yang turut hadir, menegaskan pentingnya peran garda terdepan. Menurutnya, kolaborasi antara tingkat kecamatan, desa, hingga Kepala Puskesmas adalah kunci suksesnya program Posyandu.
"Sinergi ini sangat krusial untuk memperluas jangkauan layanan kesehatan dasar bagi ibu dan anak. Kita ingin menciptakan generasi Labuhanbatu yang lebih sehat dan tangguh," tegas Juma Sari.
Acara dilanjutkan dengan sesi pemaparan teknis Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan), Friska E Simanjuntak, Plt DP2KB Labuhanbatu, Nurhetti Lumban Tobing dan Kabid Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappeda, Ida Farida. (fdh/han)
Editor : Johan Panjaitan