STABAT, Sumutpos.jawapos.com-Bencana banjir yang melanda 16 kecamatan di Kabupaten Langkat menyisakan kerusakan serius pada sejumlah infrastruktur vital. Dampaknya tak hanya menghambat aktivitas warga, tetapi juga membahayakan keselamatan pengguna jalan. Salah satu insiden terjadi di Jalan Merdeka, Kecamatan Tanjungpura, saat sebuah truk terguling akibat kondisi jalan yang rusak parah, Minggu (4/1/2026) malam.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Langkat, Khairul Azmi, menjelaskan bahwa Jalan Merdeka bukan merupakan aset pemerintah daerah. Ruas jalan tersebut termasuk Jalan Nasional Lintas Medan–Aceh yang berada di bawah kewenangan pemerintah pusat.
“Jalan Merdeka, tepatnya di Simpang Iblis, Kelurahan Pekan Tanjungpura, Kecamatan Tanjungpura, merupakan jalan nasional,” ujar Azmi, Senin (5/1/2026).
Menurutnya, kondisi ruas jalan itu sebenarnya sudah mengalami kerusakan sebelum banjir melanda. Namun, terjangan banjir terakhir memperparah kondisi badan jalan hingga memicu kecelakaan lalu lintas.
Meski bukan kewenangan langsung Pemkab Langkat, Azmi menegaskan pemerintah daerah tidak tinggal diam. Sejumlah langkah mitigasi awal telah dilakukan, termasuk menutup lubang-lubang besar demi mencegah risiko kecelakaan lanjutan.
“Upaya sementara sudah kami lakukan. Selain itu, kami juga telah menyurati dinas terkait di Medan yang bertanggung jawab atas jalan tersebut,” katanya.
Ia menambahkan, koordinasi juga dilakukan melalui pemerintah kecamatan untuk meneruskan laporan resmi ke Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.
“Kalau memungkinkan, kami bantu penanganan darurat. Lubang-lubang akan kami tutup menggunakan base agar tidak semakin membahayakan pengguna jalan,” ujarnya.
Tak hanya jalan, banjir juga menyebabkan sejumlah tanggul jebol di beberapa titik. Azmi menyebut, sebagian besar tanggul yang rusak berada di bawah kewenangan pemerintah provinsi. Namun, untuk tanggul yang menjadi tanggung jawab kabupaten, proses perbaikan telah berjalan.
“Tanggul kewenangan kabupaten seperti di Sei Lepan, Stabat, dan Selipit sedang dikerjakan. Sementara beberapa tanggul di Kecamatan Tanjungpura merupakan kewenangan provinsi,” jelasnya.
Di tengah upaya perbaikan tersebut, kekhawatiran warga masih tinggi. Curah hujan yang terus mengguyur wilayah Langkat dalam beberapa hari terakhir membuat masyarakat cemas, terutama karena sejumlah tanggul belum tertangani sepenuhnya.
Debit air Sungai Batangserangan yang melintasi Kecamatan Tanjungpura dilaporkan kembali meningkat. Meski belum meluap, air sungai sudah mulai merendam rumah-rumah warga yang berada di bantaran sungai.
“Air Sungai Batangserangan cukup tinggi, tapi belum meluap,” kata Ayang, warga Tanjungpura.
Ia menyebut, genangan sudah mulai masuk ke rumah warga yang berada dekat sungai. “Rumah-rumah di dekat sungai sudah tergenang. Airnya keruh dan berlumpur,” ujarnya.
Menurut Ayang, arus sungai juga terpantau lebih deras dari biasanya. “Kemungkinan hujan deras di wilayah hulu,” pungkasnya. (ted)
Editor : Johan Panjaitan