BINJAI, Sumutpos.jawapos.com- Program universal health coverage (UHC) atau yang karib dikenal berobat gratis dengan kartu tanda penduduk oleh Pemerintah Kota Binjai, mendapat sorotan tajam dari Gubernur Sumut, Bobby Nasution. Bahkan, Kota Binjai diduga menjadi salah satu dari 11 daerah yang terancam dicopot Program UHC prioritas mereka.
Gubernur Sumut, Bobby Nasution menyayangkan kepada Pemko Binjai. "Saya sangat sayangkan sekali pertama kepada Kota Binjai, launching tapi nyatanya di lapangan, gak bisa dilaksanakan, karena Binjai belum masuk kategori UHC prioritas," ungkap Bobby.
Ironisnya, peluncuran atau launching program UHC prioritas oleh Pemko Binjai lebih dulu dilakukan, daripada Pemprovsu. Namun, kata Bobby, fakta di lapangan berbanding terbalik.
"Undangannya itu sebelum Provinsi Sumatera Utara, me-launching atau mengumumkan kalau kita sudah masuk UHC prioritas. Tapi nyatanya di lapangan gak bisa dilaksanakan karena Binjai belum masuk kategori UHC prioritas," sambungnya.
Menanggapi soal ini, Kepala Dinas Kesehatan Binjai, dr Sugianto menyebut, pihaknya masih terus berkomitmen terhadap program UHC prioritas tersebut. "Pemerintah Kota Binjai berkomitmen terhadap program UHC Prioritas dengan menambah kuota dua kali lipat untuk tahun 2026 dari tahun sebelumnya, yang diperuntukan untuk masyarakat kurang mampu atau tidak mampu, guna menjaga angka kepesertaan BPJS Kesehatan, dan ini sudah disahkan di DPRD Kota Binjai," kata Sugianto, Jum'at (16/1/2026).
Dia juga mengimbau dan mengajak kepada masyarakat untuk tetap membayar secara aktif BPJS mandirinya. Baik itu di kelas I dan II.
Menurutnya, hal itu dilakukan agar terjaga angka keaktifan BPJS Kesehatan di Kota Binjai. "Dengan demikian terjaga UHC Prioritas Kota Binjai," tambah Sugianto.
Dia menambahkan, saat ini tercatat 80,21 persen keaktifan peserta BPJS Kesehatan per 15 Januari 2026. "Sampai saat ini pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kota Binjai melalui program UHC Prioritas masih berjalan dengan baik," sambung Sugianto.
Terpisah, Anggota DPRD Binjai dari Fraksi Gerindra, Ronggur Simorangkir menilai, ucapan Gubsu Bobby keliru jika program UHC prioritas tidak berjalan maksimal. Kata Ronggur, UHC prioritas di Kota Binjai sudah berjalan
"Keliru itu Gubernur kalau Kota Binjai belum UHC Prioritas. Kalau ada kekurangan tentu itu harus jadi bahan evaluasi bagi Pemko Binjai untuk lebih memperbaiki layanan kesehatan khususnya di program UJC Prioritas," ujar Ronggur.
Alih-alih upaya genjot jumlah kepesertaan aktif, Ronggur malah menyebut, ada utang sekitar Rp4,5 miliar ke BPJS Kesehatan sejak Oktober 2025. Tapi, kata dia, utang itu tidak berdampak kepada pelayanan UHC prioritas terhenti di Binjai.
"Kita akan dorong agar Pemko segera melunasi tunggakan ke BPJS Kesehatan. UHC Prioritas ini kan Program Pak Gubernur dan manfaatnya sangat dirasakan masyarakat, jadi pasti direalisasikan dengan sebaik-baiknya," tukasnya.
Editor : Johan Panjaitan