Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

KM Nuansa Surya Karam Dihantam Angin Kencang di Perairan Batubara, Seorang Nelayan Tewas

Johan Panjaitan • Kamis, 22 Januari 2026 | 17:35 WIB
Sejumlah nelayan  melayat ke rumah duka almarhum Ruslan saat disemayamkan. (Humas Polsek Labuhan Ruku)
Sejumlah nelayan melayat ke rumah duka almarhum Ruslan saat disemayamkan. (Humas Polsek Labuhan Ruku)

BATUBARA, Sumutpos.Jawapos-Musibah laut kembali menelan korban jiwa. Sebuah kapal nelayan, KM Nuansa Surya, karam setelah dihantam angin kencang dan ombak besar di perairan sekitar Pulau Salah Nama, Kabupaten Batubara, Rabu malam (21/1/2026) sekitar pukul 19.00 WIB. Peristiwa ini menyebabkan seorang nelayan tewas tenggelam.

Korban diketahui bernama Ruslan alias Ilan (50), warga Dusun I Desa Pahang, Kecamatan Talawi. Ia merupakan salah satu dari 38 anak buah kapal (ABK) yang berada di kapal pukat teri tersebut saat insiden terjadi.

Kapolsek Labuhan Ruku, Kompol Cecep Suhendra, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan, KM Nuansa Surya karam setelah badan kapal pecah diterjang ombak besar akibat cuaca buruk.

“Benar, kapal KM Nuansa Surya dengan 38 ABK karam setelah dihantam ombak besar. Akibat kejadian itu, satu orang nelayan meninggal dunia,” ujar Cecep, Kamis (22/1/2026).

Berdasarkan hasil penyelidikan awal Polsek Labuhan Ruku, saat kapal mulai karam seluruh ABK berupaya menyelamatkan diri dengan melompat ke laut. Namun nahas, Ruslan diketahui tidak mahir berenang, sehingga hanyut dan tenggelam.

Sebelum tenggelam, korban sempat terlihat oleh salah seorang ABK bernama Yusri, yang berusaha memberikan pertolongan dengan merangkul dan membawa korban menuju tepi Pulau Salah Nama. Meski telah dilakukan upaya penyelamatan, nyawa korban tidak tertolong.

Dalam situasi darurat tersebut, salah satu ABK segera menghubungi kapal nelayan lain melalui komunikasi handy talky (HT). Tak berselang lama, sebuah kapal nelayan datang ke lokasi dan mengevakuasi seluruh ABK, termasuk korban yang telah meninggal dunia.

Kapal penolong tiba di Pelabuhan Tanjung Tiram sekitar pukul 22.00 WIB. Jenazah korban kemudian dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan visum sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

“Korban meninggal dunia akibat tenggelam dan telah diserahkan kepada keluarganya untuk dimakamkan secara layak,” tambah Cecep.

Atas kejadian tersebut, pihak kepolisian mengimbau para nelayan agar lebih waspada terhadap kondisi cuaca dan selalu memperhatikan peringatan sebelum melaut, guna mencegah terulangnya tragedi serupa.(lib/han)

Editor : Johan Panjaitan
#nelayan #karam #angin kencang #kapal #ombak