DAIRI, Sumutpos.jawapos.com-Anggota DPRD Sumatera Utara daerah pemilihan XI (Karo, Dairi, dan Pakpak Bharat), Alfriyansah Ujung, kembali merealisasikan aspirasi masyarakat dengan menggiring tujuh unit alat mesin pertanian (alsintan) berupa traktor roda dua untuk kelompok tani di Kabupaten Dairi.
Bantuan alsintan tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Sumatera Utara melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Hortikultura Tahun Anggaran 2025.
Penyerahan traktor dilakukan secara simbolis oleh Wakil Bupati Dairi, Wahyu Daniel Sagala, bersama Alfriyansah Ujung dan Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Dairi, Kesty Angkat, pada Senin (26/1/2026). Bantuan disalurkan kepada tujuh kelompok tani yang tersebar di lima kecamatan, yakni Parbuluan, Tigalingga, Sidikalang, Lae Parira, dan Sumbul.
Wakil Bupati Dairi, Wahyu Daniel Sagala, menyebut penyaluran alsintan ini sebagai bentuk sinergi yang baik antara Pemerintah Kabupaten Dairi dan anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara dari Dapil XI.
Ia berharap bantuan tersebut dimanfaatkan secara kolektif oleh seluruh anggota kelompok tani, bukan hanya pengurus, sehingga mampu meningkatkan semangat bertani sekaligus mendorong pertanian berkelanjutan guna memperkuat ketahanan pangan daerah pada 2026.
“Kita berharap ke depan Dairi masih mendapat bantuan serupa. Mengingat keterbatasan fiskal akibat efisiensi anggaran, dukungan dari pemerintah provinsi sangat dibutuhkan,” ujar Wahyu.
Sementara itu, Kepala DPKPP Dairi, Kesty Angkat, mengatakan penguatan sektor pertanian saat ini mendapat dukungan langsung dari Presiden hingga Kementerian Pertanian. Upaya peningkatan intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian juga diperkuat melalui pendampingan berjenjang, mulai dari dinas hingga penyuluh lapangan.
“Tujuannya jelas, meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani demi mewujudkan swasembada pangan,” kata Kesty.
Perwakilan kelompok tani penerima bantuan, Disko Sinaga, menyampaikan apresiasi kepada Alfriyansah Ujung yang telah menampung dan memperjuangkan aspirasi petani hingga terealisasi dalam bentuk bantuan traktor.
“Bantuan ini sangat dibutuhkan petani, terutama untuk mempercepat proses olah lahan,” ujarnya.
Alfriyansah Ujung menegaskan, bantuan tersebut merupakan aspirasi masyarakat yang disampaikan saat kegiatan reses dan kemudian diakomodasi sebagai pokok pikiran (Pokir) DPRD.
“Aspirasi rakyat kita perjuangkan dan diwujudkan melalui program pemerintah. Harapannya, bantuan ini mampu meningkatkan produksi pertanian dan pada akhirnya mendorong kesejahteraan petani,” kata legislator PDI Perjuangan itu.
Ia menambahkan, tanggung jawab pengelolaan dan perawatan alsintan sepenuhnya diserahkan kepada kelompok tani penerima. Dinas Pertanian berperan dalam pendampingan dan pengawasan.
“Kita berharap bantuan ini dirawat dan dimanfaatkan dengan baik agar usia pakainya panjang, tidak seperti beberapa bantuan sebelumnya yang kurang terawat,” tutup Alfriyansah.(rud/han)
Editor : Johan Panjaitan