SIMALUNGUN, Sumutpos.jawapos.com-Kawasan Silou Kahean dan Dolog Silau di Kabupaten Simalungun direncanakan menjadi Military Training Area (SIMITRA) untuk latihan militer Kodam I/Bukit Barisan (Kodam I/BB). Program ini tidak hanya berfokus pada kepentingan pertahanan, tetapi juga sebagai upaya antisipasi dan penanggulangan bencana alam di wilayah tersebut.
Untuk memastikan rencana berjalan lancar, Mayor Inf Budi Permana (Dandenmalat) dan Kapten Inf EJ Sipayung (Kadepmilum) turun langsung ke lokasi untuk berkoordinasi dengan para camat, pangulu, serta tokoh masyarakat setempat.
Menurut Kapten EJ Sipayung, keberadaan SIMITRA di Silou Kahean diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan aparat TNI dalam menghadapi berbagai potensi bencana alam, seperti banjir, longsor, dan kebakaran hutan, khususnya di wilayah perbukitan dan hutan.
“Program ini merupakan bentuk sinergi antara pemerintah pusat, TNI, dan pemerintah daerah, di mana kawasan latihan nantinya juga dapat dimanfaatkan sebagai pusat pelatihan penanganan darurat bencana, evakuasi masyarakat, serta simulasi tanggap darurat,” ujarnya.
Selain aspek pertahanan dan kesiapsiagaan bencana, pembangunan SIMITRA diproyeksikan memberi dampak positif bagi masyarakat setempat, termasuk peningkatan ekonomi melalui pembangunan infrastruktur pendukung. Kapten EJ Sipayung menegaskan, pelaksanaan program akan tetap memperhatikan aspek lingkungan, sosial, serta melibatkan masyarakat, sehingga potensi konflik dapat diminimalisir.
Setelah penjelasan terkait tujuan dan manfaat SIMITRA, para tokoh masyarakat memberikan dukungan penuh terhadap program Rindam I/BB, yang berada di bawah komando Brigjen TNI Abdul Razak Rangkuti (Danrindam I/BB).
Program ini diharapkan menjadi model latihan militer yang terpadu dengan mitigasi bencana, sekaligus memperkuat sinergi TNI, pemerintah, dan masyarakat di Simalungun.(pra/han)
Editor : Johan Panjaitan