SIANTAR, Sumutpos.jawapos.com-Semangat “Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah” kembali digaungkan di Kota Pematangsiantar melalui peluncuran buku berjudul Sejarah Perjuangan Masyarakat Kota Pematangsiantar Dalam Merebut dan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia 1945. Buku tersebut resmi diluncurkan dan didistribusikan oleh Dewan Harian Cabang Badan Pembudayaan Kejuangan (DHC BPK) 45 Kota Pematangsiantar di Ruang Serbaguna Pemko Pematangsiantar, Rabu (11/2).
Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi yang diwakili Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Zainal Siahaan menyampaikan apresiasi atas terbitnya buku yang dinilai bukan sekadar catatan sejarah, tetapi juga sarat nilai keteladanan bagi generasi muda.
“Buku ini bukan sekadar dokumentasi, tetapi keteladanan para pahlawan untuk diwariskan kepada generasi penerus,” ujar Zainal.
Ia mengingatkan kembali pesan Proklamator RI Ir Soekarno tentang pentingnya mengingat sejarah, atau yang dikenal dengan istilah “Jas Merah”. Menurutnya, sejarah ibarat kaca spion dalam perjalanan kehidupan.
“Seperti mengendarai kendaraan, kita perlu melihat kaca spion untuk melangkah ke depan. Sejarah adalah guru yang sangat penting dalam kehidupan,” katanya.
Zainal menambahkan, peluncuran buku tersebut menjadi momentum refleksi sekaligus pembelajaran agar masyarakat, khususnya generasi muda, memahami jati diri daerahnya dan menumbuhkan semangat kejuangan.
Ia berharap kehadiran buku ini dapat mendukung transformasi Kota Pematangsiantar menjadi kota yang lebih cerdas, sehat, kreatif, selaras, serta memiliki daya saing tinggi.
Dalam kesempatan itu, Zainal juga menyinggung Gedung Juang 45 di Jalan Merdeka yang saat ini digunakan sebagai kantor DHC BPK 45 Kota Pematangsiantar, namun masih berstatus aset Pemerintah Kabupaten Simalungun.
“Mungkin DHC BPK 45 bisa mengusulkan agar gedung tersebut dihibahkan, sehingga bisa dirawat dan dimanfaatkan secara optimal,” ujarnya.
Sebelumnya, Ketua Tim Penulis Prof Dr Hisarma Saragih MHum memaparkan proses penyusunan buku yang melibatkan enam penulis, yakni Hisarma Saragih, Henry Sinaga, Jalatua H Hasugian, Koni Ismail Siregar, Marta Megawati Siregar, dan Kandace Naiborhu.
Ia menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Pematangsiantar, DPRD, DHD BPK 45 Provinsi Sumatera Utara, serta DHC BPK 45 Kota Pematangsiantar atas dukungan penuh terhadap pelestarian sejarah.
“Semoga buku ini bermanfaat bagi dunia pendidikan dan masyarakat luas, serta memperkuat rasa kebangsaan,” ucap Hisarma.
Ketua Tim Pengkajian Dr Henry Sinaga SH SpN MKn menjelaskan, peluncuran buku dirangkai dengan penandatanganan kerja sama antara Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara Wilayah VI dan DHC BPK 45 Kota Pematangsiantar.
Kerja sama tersebut bertujuan menanamkan nilai-nilai kejuangan melalui dunia pendidikan dengan memasukkan materi sejarah lokal ke sekolah-sekolah.
“Kami akan masuk melalui sekolah-sekolah untuk menanamkan nilai-nilai kejuangan. Ke depan diharapkan kerja sama serupa juga terjalin dengan Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar,” katanya.
Sementara itu, Ketua DHC BPK 45 Kota Pematangsiantar Drs Koni Siregar memaparkan sejumlah program yang telah dilakukan sejak dirinya dilantik pada 2024. Di antaranya renovasi ringan Gedung Juang 45, penyusunan buku sejarah, diskusi publik, pemutaran film perjuangan, penelusuran situs sejarah, hingga penyuluhan ke sekolah-sekolah.
Ia juga mengungkapkan, biaya penulisan dan penerbitan buku bersumber dari dana Perubahan APBD Kota Pematangsiantar Tahun Anggaran 2025. Ke depan, pihaknya berencana mengusulkan tokoh-tokoh pejuang dari Pematangsiantar untuk memperoleh gelar kehormatan dari pemerintah pusat.
“Sudah ada panitia yang bekerja menelusuri tokoh-tokoh tersebut,” ujarnya.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Sumut Wilayah VI Muktar Marbun menilai peluncuran buku sejarah tersebut sebagai langkah positif yang akan memberi dampak besar bagi generasi muda.
“Semoga menjadi khazanah baru di sekolah-sekolah dan jumlahnya terus bertambah. Kami bangga dan memberikan apresiasi,” katanya.
Acara ditutup dengan penyerahan buku secara simbolis dari DHC BPK 45 kepada Wali Kota Pematangsiantar yang diwakili Zainal Siahaan serta perwakilan Forkopimda, dilanjutkan penandatanganan kerja sama dengan Dinas Pendidikan Sumut Wilayah VI.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan DPRD Kota Pematangsiantar, Forkopimda, jajaran OPD Pemko Pematangsiantar, serta para undangan lainnya.(pra/han)
Editor : Johan Panjaitan