Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Air Sering Mati dan Keruh, Pelayanan PDAM Tirta Ayumi Dikeluhkan Warga

Johan Panjaitan • Kamis, 12 Februari 2026 | 16:30 WIB
Petugas PDAM Tirta Ayuni sedang melakukan perbaikan pipa akibat longsor. (SUBANTA RAMPANG AYU/SUMUT POS)
Petugas PDAM Tirta Ayuni sedang melakukan perbaikan pipa akibat longsor. (SUBANTA RAMPANG AYU/SUMUT POS)

PADANGSIDIMPUAN, Sumutpos.jawapos.com – Pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Ayumi kembali menuai sorotan. Warga di sejumlah wilayah layanan menilai kualitas, kuantitas, hingga kontinuitas distribusi air masih jauh dari harapan.

Keluhan ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan pantauan di Kecamatan Batunadua dan Padangsidimpuan Tenggara, air kerap tidak mengalir selama beberapa hari, terutama saat musim hujan di daerah hulu atau terjadi longsor. Kalaupun mengalir, air yang keluar dari keran sering kali tampak keruh pada awal distribusi.

Ali Lubis, warga Perumahan Permata Indah, Kelurahan Batunadua Jae, mengaku tetap menjadi pelanggan karena tidak memiliki pilihan lain.
“Terpaksa pakai PDAM. Kalau buat sumur bor biayanya mahal, dan airnya juga bau karena bekas lahan sawah,” ujarnya, Kamis (12/2/2026).

Hasil pengecekan di lapangan menunjukkan kualitas air yang belum optimal. Selain tampak keruh, tekanan air juga kecil. Bahkan, distribusi bisa terhenti selama 3 hingga 5 hari saat hujan deras di hulu. Kondisi ini diduga dipicu oleh debit sumber air yang kecil, kebocoran di sejumlah sambungan pipa, serta posisi pipa yang tidak stabil karena hanya ditempelkan pada dinding beton saluran irigasi.

Menanggapi keluhan tersebut, Direktur PDAM Tirta Ayumi Aris mengatakan pihaknya tengah fokus melakukan pembenahan layanan, termasuk perbaikan administrasi dan penguatan dukungan permodalan.
“Kami juga sedang mengusulkan penyusunan Perda penyertaan modal agar bisa dibahas dan disahkan oleh Pemko Padangsidimpuan bersama DPRD,” ungkapnya.

Selain itu, PDAM juga berencana menyusun business plan sebagai acuan pengembangan perusahaan. “Rencananya akan disusun pada Agustus mendatang,” tambah Aris.

Sementara itu, Direktur Margita (Masyarakat Peduli Air, Energi, dan Sanitasi), Subanta Rampang Ayu, ST, menegaskan bahwa penyediaan air minum merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus dikelola secara profesional.

Menurutnya, PDAM dituntut mampu memberikan pelayanan prima dari sisi kualitas, kuantitas, dan kontinuitas.

“Terkait kualitas air ini sangat penting karena menyangkut kesehatan. PDAM seharusnya bukan sekadar perusahaan air bersih, tetapi benar-benar perusahaan air minum,” ujarnya.

Data yang dihimpun menunjukkan PDAM Tirta Ayumi saat ini melayani dua dari enam kecamatan di Kota Padangsidimpuan, yakni Kecamatan Batunadua dan Padangsidimpuan Tenggara, dengan total 3.025 sambungan pelanggan. Rinciannya, 2.422 sambungan berada di Batunadua dan 603 sambungan di Padangsidimpuan Tenggara.

Di tengah kebutuhan masyarakat yang terus meningkat, warga berharap pembenahan layanan dapat segera direalisasikan agar akses air yang layak, bersih, dan mengalir secara rutin benar-benar bisa dirasakan.(mag-9/han)

Editor : Johan Panjaitan
#air #Keruh #pdam