GUNUNG TUA, Sumutpos.jawapos.com-Atmosfer menyambut bulan suci Ramadan mulai terasa kuat di pusat Kota Gunung Tua. Deretan kerangka stan kayu dan tenda-tenda Pasar Ramadan perlahan berdiri di kawasan inti pasar, menjadi penanda bahwa tradisi kuliner tahunan yang paling dinanti masyarakat segera dimulai.
Pantauan di lapangan menunjukkan aktivitas warga kian meningkat. Lalu lintas mulai padat, kendaraan hilir mudik, dan keramaian kecil mulai tercipta, menghadirkan suasana khas menjelang Ramadan yang identik dengan momen “ngabuburit” di jantung ibu kota Padang Lawas Utara.
Bagi para pedagang lokal, Ramadan bukan sekadar bulan ibadah, tetapi juga waktu terbaik untuk menjemput rezeki. Banyak di antara mereka yang rela mengubah haluan usaha demi memanfaatkan peluang yang datang setahun sekali.
Salah satunya Nirma Siregar, pedagang yang setiap tahun menjadi bagian dari Pasar Ramadan. Ia mengaku telah menyiapkan strategi khusus untuk menyambut lonjakan pembeli, bahkan rela meninggalkan rutinitasnya sementara waktu.
“Untuk Pasar Ramadan nanti, saya tinggalkan dulu jualan sayur-mayur. Saya beralih ke menu makanan siap saji untuk berbuka,” ujarnya dengan wajah sumringah.
Tahun ini, Nirma berencana menjajakan beragam menu favorit warga, mulai dari lauk matang, aneka gorengan renyah, hingga cendol segar yang menjadi primadona saat berbuka puasa. Ia meyakini perputaran uang selama Ramadan jauh lebih besar dibandingkan hari biasa.
“Pokoknya tidak sama dengan hari biasa. Rezeki Ramadan itu memang terasa sekali, selalu ada saja jalannya,” tambahnya penuh optimisme.
Pasar Ramadan Gunung Tua sendiri telah lama menjadi ikon ekonomi kerakyatan. Selain memudahkan warga mendapatkan hidangan berbuka, kawasan ini juga menjadi panggung bagi pelaku UMKM untuk menunjukkan kreativitas kuliner mereka dan meningkatkan pendapatan.
Dengan mulai berdirinya stan-stan tersebut, denyut ekonomi masyarakat pun perlahan ikut bergerak. Warga diimbau tetap tertib berlalu lintas agar kemacetan di sekitar pusat pasar tetap terkendali saat Ramadan tiba, sehingga kemeriahan tradisi tahunan ini tetap nyaman dinikmati semua kalangan.(mag-12/han)
Editor : Johan Panjaitan