Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Jalan Nasional Telukdalam–Gunungsitoli Rusak Parah, Masyarakat Desak Pemerintah Pusat Bertindak

Johan Panjaitan • Selasa, 24 Februari 2026 | 21:35 WIB

Kondisi bahu jalan nasional di Bawozaua ambals. (Eriusman Duha/ Sumut Pos)
Kondisi bahu jalan nasional di Bawozaua ambals. (Eriusman Duha/ Sumut Pos)

NISEL, Sumutpos.jawapos.com – Ruas jalan nasional yang menghubungkan Telukdalam, Kabupaten Nias Selatan, menuju Kabupaten Nias dan Kota Gunungsitoli kini berada dalam kondisi memprihatinkan. Kerusakan yang terjadi di sejumlah titik bukan lagi sekadar tambalan aspal mengelupas, melainkan lubang menganga dan badan jalan ambles yang berpotensi mengancam keselamatan pengguna jalan.

Pantauan di lapangan menunjukkan, sejak Kecamatan Somambawa hingga Telukdalam, puluhan kilometer jalan dipenuhi lubang dan gelombang. Kondisi ini dinilai menghambat mobilitas warga serta memperlambat distribusi barang dan jasa—urat nadi perekonomian di Kepulauan Nias.

Ketua DPC Organda Nias Selatan, Drs. Nasman Manao, menyampaikan keprihatinannya atas lambannya penanganan oleh pihak terkait, khususnya Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) melalui PPK 3.5 Kepulauan Nias.

Baca Juga: Pererat Silaturahmi, Bupati Baharuddin Safari Ramadan ke Tanjung Tiram

“Ada tiga titik yang sudah ambles, yakni di Desa Hilisataro Raya, Kecamatan Toma, kemudian di Balikhi Desa Ganowo Saua Km 101, serta simpang menuju Desa Bawodobara Km 102. Bertahun-tahun belum ada perbaikan, terkesan dibiarkan,” tegas Nasman, Selasa (24/2).

Menurutnya, alasan efisiensi anggaran tidak seharusnya menjadi pembenar untuk mengabaikan infrastruktur vital yang menopang aktivitas ekonomi dan keselamatan masyarakat.

Sorotan serupa datang dari anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara Dapil Sumut 8, Tukari Talunohi. Ia menyatakan pihaknya akan menyampaikan persoalan tersebut kepada pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

“Komisi D DPRD Sumut hanya melakukan pengawasan terhadap jalan daerah. Untuk jalan nasional yang bersumber dari APBN, pengawasannya bersifat vertikal. Namun, kami akan segera menghubungi PPK 3.5 untuk meminta penjelasan terkait kendala penanganannya,” ujarnya.

Persoalan ini tidak hanya berdampak pada ekonomi, tetapi juga keselamatan. Kasat Lantas Polres Nias Selatan, AKP Piktor T.P. Silalahi, S.H., mengungkapkan bahwa kondisi jalan menjadi salah satu faktor penyebab kecelakaan lalu lintas di wilayah hukumnya.

Sejumlah titik ditemukan dalam keadaan berlubang, bergelombang, minim penerangan, serta kurang rambu dan marka jalan. Sistem drainase yang tidak optimal juga menyebabkan genangan air saat hujan deras, membuat jalan licin dan berbahaya.

Baca Juga: Wamen ATR/BPN Tegaskan Peran Strategis MAPPI Jaga Integritas Penilaian Tanah Nasional

“Kondisi tersebut berpotensi mengurangi konsentrasi dan keseimbangan pengendara, bahkan menyebabkan hilangnya kendali kendaraan yang berujung pada kecelakaan,” jelasnya, Senin (23/2).

Satlantas Polres Nias Selatan telah merekomendasikan kepada instansi terkait, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, untuk segera melakukan survei ulang, perbaikan menyeluruh, pemasangan rambu dan penerangan jalan, serta pembenahan sistem drainase.

Ruas Telukdalam–Gunungsitoli bukan sekadar jalur penghubung antardaerah. Ia adalah jalur strategis yang menopang aktivitas perdagangan, pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga distribusi logistik di Kepulauan Nias. Ketika jalan nasional dibiarkan rusak bertahun-tahun, yang dipertaruhkan bukan hanya kenyamanan, melainkan keselamatan dan keberlangsungan ekonomi masyarakat.(eri/han)

Editor : Johan Panjaitan
#rusak #berlubang #jalan nasional #Gunungsitoli #Teluk Dalam