Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Korpri ajak Perkuat Etos Kerja dan Spritualitas ASN Binjai

Johan Panjaitan • Jumat, 27 Februari 2026 | 16:10 WIB

 Hadirin yang mengikuti tausyiah DP Korpri di Pendopo Umar Baki. (Diskominfo Binjai/Sumut Pos)
Hadirin yang mengikuti tausyiah DP Korpri di Pendopo Umar Baki. (Diskominfo Binjai/Sumut Pos)

BINJAI, Sumutpos.jawapos.com- Dewan Pengurus Korpri mengajak seluruh ASN di Kota Binjai untuk memperkuat etos kerja dan tingkatkan spritualitas pada bulan suci ramadan 1447 Hijriah. Ajakan pembinaan mental disampaikan melalui tausyiah pada bulan suci ramadan 1447 Hirjiah yang digelar di Pendopo Umar Baki, Jum'at (27/2/2026).

Ketua Umum DP Korpri Binjai, Eka Edi Saputra mengapresiasi dan mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Asisten Administrasi Umum Setdako Binjai ini menyebut, tausyiah yang digelar merupakan bagian dari upaya pembinaan mental dan spiritual bagi seluruh ASN.

"Pembinaan rohani seperti ini sangat penting untuk membentuk aparatur yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan spiritual," katanya.

Ia menegaskan, Ramadan memiliki makna mendalam bagi ASN dan anggota Korpri. Bukan hanya sebagai momentum peningkatan ketakwaan kepada Allah SWT, tetapi juga sebagai sarana introspeksi dan evaluasi dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat.

"Saya mengajak seluruh keluarga besar Korpri Kota Binjai untuk menjadikan Ramadan tahun ini sebagai titik tolak penguatan etos kerja dan kualitas pelayanan publik. Jadikan setiap tugas yang kita emban sebagai bagian dari ibadah," serunya.

"Laksanakan pekerjaan dengan penuh tanggung jawab, ketulusan, serta komitmen untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat Kota Binjai," sambungnya.

Tausyiah Ramadan kali ini menghadirkan penceramah Ustad Syukri Albani Nasution. Dia juga menyampaikan pesan-pesan spiritual tentang makna kehidupan, rezeki, dan takdir.

Dalam ceramahnya, ia mengingatkan pentingnya rasa takut kepada Allah serta menjaga nama baik dalam kehidupan. "Manusia harus punya rasa takut. Hidup ini tergantung pada kita membuat namanya. Kalau kita buat buruk, buruk juga hidup yang akan kita jalani,” ungkapnya.

Ia juga menyinggung kelemahan manusia yang cenderung tidak percaya pada sesuatu yang belum pernah dialami. Selain itu, ia mengajak jamaah untuk memahami makna rezeki secara lebih mendalam.

“Rezeki itu apa yang kita manfaatkan dari harta yang kita miliki. Tidak semua yang kita miliki bisa kita manfaatkan, fokuslah pada rezeki kita masing-masing,” tuturnya.

"Apa yang kita mau belum tentu Allah mau. Apa yang Allah mau, kita harus mau. Maka yang harus kita terapkan adalah menerima semua yang Allah mau, yaitu dengan bersyukur atas apa pun yang Allah beri kepada kita," tukasnya. (ted)

Editor : Johan Panjaitan
#Etos Kerja #ramadan #asn