Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Pemkab Langkat Salurkan Bantuan Stimulan Tahap II

Johan Panjaitan • Rabu, 4 Maret 2026 | 13:36 WIB

 Bupati Langkat, Syah Afandin menyerahkan bantuan stimulan tahap II yang bersumber dari APBN kepada masyarakat korban banjir. (Diskominfo Langkat/Sumut Pos)
Bupati Langkat, Syah Afandin menyerahkan bantuan stimulan tahap II yang bersumber dari APBN kepada masyarakat korban banjir. (Diskominfo Langkat/Sumut Pos)

STABAT, Sumutpos.jawapos.com- Pemerintah Kabupaten Langkat menyalurkan bantuan stimulan perbaikan rumah rusak ringan dan sedang tahap II tahun 2026 kepada masyarakat yang terdampak bencana hidrometeorologi siklon senyar di Jentera Malay, Stabat, Selasa (3/3/2026). Penyaluran ini sebagai bagian dari komitmen pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat pemulihan pascabencana.

Penyaluran bantuan dilakukan secara terpusat dan nasional oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan dari Kabupaten Bireun, Aceh. Belasan kabupaten/kota di Aceh, Sumut dan Sumbar, turut mengikuti kegiatan tersebut.

Bupati Langkat, Syah Afandin menyatakan, bantuan yang diterima masyarakat Langkat merupakan wujud nyata perhatian dan kepedulian Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, terhadap rakyat yang terdampak bencana.

"Atas nama pribadi, pemerintah daerah, dan seluruh masyarakat Kabupaten Langkat, kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto atas perhatian dan komitmennya dalam memastikan masyarakat yang terdampak bencana tetap mendapatkan perlindungan dan dukungan dari negara," ujarnya.

Bupati yang kasih disapa Ondim ini menyebut, hasil revisi dan verifikasi, tercatat total ada 1.235 unit rumah yang terdampak banjir. Uraiannya, 289 unit rusak berat, 396 unit rusak sedang dan 539 unit rusak ringan.

Menurutnya, kehadiran bantuan ini menjadi bukti bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, negara hadir secara konkret dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Sementara, Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jarwansyah menyampaikan bahwa bantuan diberikan sebesar Rp15 juta untuk rumah rusak ringan dan Rp30 juta untuk rumah rusak sedang.

Dana disalurkan melalui Bank Rakyat Indonesia (BRI) guna memastikan proses berjalan cepat, tepat sasaran, dan transparan. Selain itu, BNPB juga menyalurkan paket sembako berupa beras 5 kilogram, minyak goreng, gula pasir, mie instan, roti, dan sarden untuk membantu kebutuhan dasar keluarga terdampak.

Jarwansyah menegaskan bahwa bantuan ini bersifat stimulan, yakni untuk mendorong percepatan perbaikan rumah agar kembali layak huni, bukan membangun ulang secara penuh. Ia memastikan seluruh proses penyaluran dilakukan berdasarkan data yang telah diverifikasi dan ditetapkan melalui keputusan kepala daerah secara akuntabel dan transparan.

Sebelumnya, Pemkab Langkat juga telah menyalurkan bantuan Tahap I sekaligus Dana Tunggu Hunian (DTH) sebagai bagian dari rangkaian percepatan pemulihan pascabencana pada akhir Desember 2025. Melalui sinergi pemerintah pusat dan daerah di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto, Pemkab Langkat berharap masyarakat terdampak banjir dapat segera bangkit, memperbaiki rumahnya, dan kembali menjalani kehidupan dengan lebih aman, nyaman serta berkelanjutan. (ted/han)

Editor : Johan Panjaitan
#bantuan stimulan #perbaikan rumah #terdampak bencana #Hidrometeorologi