Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Sinergi Sosial di Paluta: Dinsos Satukan TKSK, IPSM, dan Karang Taruna Percepat Penanganan Masalah Sosial

Johan Panjaitan • Rabu, 4 Maret 2026 | 13:51 WIB

 Dinas Sosial Kabupaten Padang Lawas Utara melalui kolaborasi lintas elemen relawan sosial. (MITRA HARAHAP/SUMUT POS)
Dinas Sosial Kabupaten Padang Lawas Utara melalui kolaborasi lintas elemen relawan sosial. (MITRA HARAHAP/SUMUT POS)

PALUTA, Sumutpos.jawapos.com– Upaya memperkuat jaring pengaman sosial terus diperkuat oleh Dinas Sosial Kabupaten Padang Lawas Utara melalui kolaborasi lintas elemen relawan sosial. Pertemuan koordinasi yang mempertemukan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM), dan Karang Taruna digelar di Aula Dinas Sosial Paluta, Gunung Tua, Selasa (3/3/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum strategis dalam memperkuat sinergi penanganan berbagai persoalan kesejahteraan sosial di wilayah yang dikenal sebagai Bumi Balakka.

Pertemuan dibuka oleh Kepala Dinas Sosial Paluta yang diwakili Sekretaris Dinas Sosial, Ganti Paruntungan Pulungan, didampingi Pelaksana Tugas Kabid Pemberdayaan Sosial, FM Pane Aswar Hasibuan.

Turut hadir sebagai narasumber, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Provinsi Sumatera Utara, Senter Ginting, bersama Hendra dari Bidang Pemberdayaan Sosial provinsi.

Kolaborasi untuk Penanganan PPKS

Dalam arahannya, Ganti Paruntungan Pulungan menegaskan bahwa penanganan Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) tidak dapat dilakukan secara parsial. Sinergi antara TKSK, IPSM, dan Karang Taruna menjadi kunci agar penanganan masalah sosial berjalan cepat, tepat, dan menyentuh masyarakat yang membutuhkan.

“Kita ingin setiap PPKS—mulai dari anak terlantar, fakir miskin, penyandang disabilitas hingga lansia—mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat. Itu hanya bisa tercapai jika TKSK, IPSM, dan Karang Taruna bergerak dalam satu komando,” ujarnya.

Menurutnya, TKSK sebagai perpanjangan tangan Kementerian Sosial Republik Indonesia di tingkat kecamatan harus mampu membangun koordinasi yang kuat dengan seluruh relawan sosial di daerah.

Dorong Konsolidasi Organisasi Sosial

Sementara itu, Senter Ginting menyoroti pentingnya penguatan organisasi relawan sosial di Paluta agar mampu bekerja lebih terstruktur dan berkelanjutan.

Ia mendorong percepatan konsolidasi Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) yang hingga kini belum sepenuhnya dikukuhkan di tingkat daerah. Menurutnya, keberadaan IPSM sangat strategis dalam memperkuat jaringan pekerja sosial hingga ke tingkat kecamatan.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya revitalisasi Karang Taruna, mengingat masa kepengurusan organisasi kepemudaan tersebut akan segera berakhir.

Senter Ginting mengimbau agar segera dilaksanakan Temu Karya Karang Taruna, sebagai forum tertinggi organisasi yang tidak hanya memilih kepengurusan baru, tetapi juga merumuskan program kerja yang konkret dan responsif terhadap persoalan sosial di kalangan generasi muda.

Beberapa isu yang dinilai mendesak antara lain penyalahgunaan NAPZA, pekerja migran bermasalah sosial (PMBS), serta pendampingan bagi orang dengan HIV/AIDS (ODHA).

Sebagai tindak lanjut, Dinas Sosial Kabupaten Padang Lawas Utara berkomitmen untuk terus memfasilitasi ruang komunikasi dan koordinasi secara berkala bagi seluruh elemen relawan sosial.

Melalui sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan jaringan relawan sosial, diharapkan sistem penanganan masalah sosial di Paluta semakin responsif, terarah, dan mampu memberikan perlindungan yang lebih humanis bagi masyarakat yang membutuhkan.(mag-12/han)

Editor : Johan Panjaitan
#ipsm #dinas sosial #karang taruna #TKSK