Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Relasi Politik Asri Ludin–Lom Lom Disorot, Pengamat Nilai Jaringan Bupati di Gerindra Masih Lemah

Johan Panjaitan • Kamis, 5 Maret 2026 | 16:10 WIB

Wabup Lom Lom Suwondo, Asisten Administrasi Umum Setdakab Deliserdang Rudi Akmal Tambunan saat kegiatan buka puasa bersama di RSUD Amri Tambunan. (Batara/Sumut Pos)
Wabup Lom Lom Suwondo, Asisten Administrasi Umum Setdakab Deliserdang Rudi Akmal Tambunan saat kegiatan buka puasa bersama di RSUD Amri Tambunan. (Batara/Sumut Pos)


LUBUKPAKAM, Sumutpos.jawapos.com-Hubungan politik antara Asri Ludin Tambunan dan Wakil Bupati Lom Lom Suwondo mulai menjadi sorotan publik. Dinamika di internal Pemerintah Kabupaten Deliserdang itu memunculkan berbagai tafsir politik, terutama setelah muncul isu keterbatasan ruang gerak sang wakil bupati dalam sejumlah agenda strategis.

Pengamat Komunikasi Politik Sumatera Utara, Taufiq Hidayah Tanjung, menilai situasi tersebut mencerminkan adanya dinamika kekuasaan yang tidak sederhana di lingkaran pemerintahan daerah.

Menurutnya, kedekatan yang ditampilkan di ruang publik antara bupati dan wakil bupati belakangan ini bisa dimaknai sebagai upaya menjaga hubungan politik di tengah isu yang berkembang.

“Dalam politik, kedekatan yang terus dipertontonkan di ruang publik dapat dibaca sebagai upaya menjaga akses komunikasi sekaligus merawat hubungan. Ini bisa dimaknai sebagai langkah rekonsiliasi setelah muncul sejumlah isu, atau karena jaringan kekuatan Bupati Asri Ludin di Partai Gerindra di tingkat pusat masih sangat lemah,” ujar Taufiq, Rabu (4/3/2026).

Dinamika Kekuasaan di Balik Layar

Taufiq menilai, pengawasan terhadap ruang gerak wakil bupati bisa saja merupakan langkah politik untuk memastikan setiap langkah tetap sejalan dengan visi dan agenda kepemimpinan bupati.

Namun di sisi lain, kondisi tersebut juga dapat memunculkan persepsi bahwa wakil bupati tidak diberikan ruang yang cukup untuk mengambil keputusan strategis.

“Hal seperti ini sering menimbulkan tafsir politik di publik, seolah wakil kepala daerah tidak sepenuhnya dipercaya atau diberi kewenangan,” jelasnya.

Meski demikian, Taufiq menegaskan bahwa secara politik posisi Lom Lom Suwondo belum menunjukkan tanda-tanda melemah.

“Ketika muncul narasi bahwa wakil kepala daerah tidak dilibatkan dalam momentum strategis, itu tentu mengundang tafsir politik. Tetapi faktanya, nama Lom Lom masih kuat bergema di ruang publik. Artinya secara legitimasi sosial dan politik, posisinya tetap kuat,” katanya.

Sinyal dari Internal Gerindra

Perbincangan politik semakin menghangat setelah peringatan DPC Partai Gerindra Deli Serdang dalam momentum ulang tahun partai. Dalam acara tersebut, Lom Lom yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPD Gerindra Sumut sempat menanyakan langsung kepada kader mengenai dukungan terhadap dirinya.

Ia bahkan menyinggung kemungkinan maju kembali dalam kontestasi kepemimpinan daerah.

“Terasa merinding saat mendengar teriakan nama saya. Izin dua periode atau 2027?” ujar Lom Lom kepada kader partai.

Kader yang hadir pun menjawab serentak dengan menyebut dirinya sebagai calon Bupati Deli Serdang.

Fenomena tersebut, menurut Taufiq, menunjukkan bahwa secara internal partai, Lom Lom masih memiliki basis dukungan yang cukup kuat.

Strategi Politik yang Berjalan Senyap

Di sisi lain, Taufiq juga menyoroti sikap Asri Ludin yang dinilai lebih memilih strategi politik yang cenderung senyap dibanding reaktif seperti biasanya.

Salah satu indikasinya adalah kehadiran sejumlah orang kepercayaan bupati dalam berbagai agenda pemerintahan yang juga melibatkan wakil bupati, termasuk dalam kegiatan safari Ramadan.

Dalam perspektif komunikasi politik, langkah tersebut dinilai bukan tanpa makna.

“Jika jaringan di tingkat pusat partai masih belum kuat, biasanya kepala daerah akan memperkuat kontrol internal melalui orang-orang kepercayaannya,” ujar Taufiq.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian Sandra Dewi Situmorang membantah adanya upaya “penjagaan” terhadap aktivitas Wakil Bupati Lom Lom Suwondo.

Menurutnya, hubungan antara bupati dan wakil bupati tetap berjalan baik dan berada dalam komitmen yang sama untuk membangun Deli Serdang.

“Tidak ada itu, bang. Sampai hari ini sepengetahuan saya Pak Bupati dan Wakil Bupati tetap dalam komitmen yang sama untuk Deli Serdang yang lebih baik,” tegasnya.

Meski demikian, dinamika politik di Deli Serdang diperkirakan masih akan terus berkembang. Dengan konstelasi kekuatan yang terus bergerak, hubungan antara dua pucuk pimpinan daerah itu tetap menjadi perhatian publik dan pengamat politik.(btr/han)

Editor : Johan Panjaitan
#Asri Ludin Tambunan #kabupaten deliserdang #politik #Lom Lom Suwandi