Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Panic Buying di Paluta: Pertalite Habis, Dugaan ‘Kuras Tangki’ Picu Kelangkaan BBM Subsidi

Johan Panjaitan • Minggu, 8 Maret 2026 | 23:20 WIB

Suasana di salah satu SPBU di Gunung Tua, Paluta usai kehabisan BBM. (MITRA HARAHAP)
Suasana di salah satu SPBU di Gunung Tua, Paluta usai kehabisan BBM. (MITRA HARAHAP)

GUNUNG TUA– SUMUT POS – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite dan Biosolar mulai menimbulkan kepanikan di Padang Lawas Utara (Paluta). Sejak Minggu siang hingga sore, stok di sejumlah SPBU dilaporkan habis total, menyisakan antrean panjang yang mendadak bubar setelah petugas memasang pengumuman “BBM Dalam Perjalanan”. Sementara itu, BBM non-subsidi seperti Pertamax dan Dexlite justru tampak lengang tanpa antrean.

Dugaan Praktik ‘Kuras Tangki’

Fenomena ini memunculkan dugaan adanya penimbunan BBM oleh oknum yang memanfaatkan kelangkaan untuk keuntungan pribadi. Irwan Siregar, salah seorang warga, menyebutkan praktik yang disebut “kuras tangki”.

"Mereka mengisi tangki penuh, keluar sebentar untuk memindahkan minyak ke wadah lain, lalu masuk lagi ke antrean," ujar Irwan dengan nada kecewa.

Baca Juga: Pembangunan SPAM Pasca Bencana di Sumut Dikebut, Tarutung Dapat IPA Baru Kapasitas 50 Liter per Detik

Diduga praktik ini mempercepat habisnya stok BBM subsidi di SPBU, sementara masyarakat yang benar-benar membutuhkan harus rela antre lama atau membeli BBM non-subsidi dengan biaya lebih tinggi.

Kontras Jalur Subsidi dan Non-Subsidi

Pemandangan di SPBU saat ini memperlihatkan dua dunia berbeda. Jalur Pertalite tampak kosong karena stok habis, berbanding terbalik dengan jalur Pertamax dan Dexlite yang tersedia namun sepi peminat.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak SPBU maupun pemerintah daerah terkait pengawasan terhadap oknum yang melakukan pengisian berulang secara tidak wajar. Warga menuntut pengawasan ketat dari aparat agar distribusi BBM subsidi tepat sasaran dan tidak dimanfaatkan spekulan di tengah kepanikan masyarakat.

Fenomena panic buying di Paluta menjadi peringatan keras bahwa distribusi BBM bersubsidi harus dijaga agar masyarakat benar-benar mendapatkan kebutuhan pokoknya tanpa terganggu praktik curang.(mag-12/han)

Editor : Johan Panjaitan
#panic buying #bbm #subsidi