TEBINGTINGGI, Sumutpos.jawapos.com – Pemerintah Kota Tebing Tinggi terus memastikan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan sesuai standar. Upaya itu diwujudkan melalui monitoring dan evaluasi intensif yang dilakukan Tim Satgas MBG dengan meninjau langsung sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai kecamatan, Selasa (10/3/2026).
Pengawasan ini menjadi bagian penting dari komitmen Kota Tebing Tinggi dalam menjaga kualitas makanan yang didistribusikan kepada para penerima manfaat, mulai dari anak sekolah hingga kelompok rentan.
Tim Satgas yang dibagi menjadi empat kelompok bergerak ke sejumlah titik dapur penyedia makanan. Mereka memastikan seluruh proses operasional berjalan sesuai standar yang ditetapkan pemerintah pusat, baik dari sisi kandungan gizi, higienitas dapur, hingga kelengkapan administrasi.
Baca Juga: Putin Desak Trump Akhiri Perang Iran–Israel, Dunia Ramai-Ramai Lobi Gencatan Senjata
Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah SPPG “Polda Sumut 10” di Jalan Abdul Hamid, Kelurahan Bagelen, Kecamatan Padang Hilir. Dalam peninjauan tersebut, Satgas melihat operasional dapur berjalan cukup baik meski baru beroperasi sekitar tiga minggu.
Namun, beberapa aspek administratif dan teknis masih dalam tahap penyempurnaan, seperti proses penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) serta penyiapan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
“SLHS saat ini sedang dalam proses seminar sertifikasi, sementara IPAL juga sedang disiapkan agar sesuai dengan standar yang berlaku,” ujar perwakilan Satgas saat melakukan peninjauan.
Selain itu, beberapa bagian fasilitas fisik di lokasi tersebut juga masih dalam tahap penyelesaian, termasuk pembangunan pagar di area belakang dapur.
Selama bulan Ramadan, dapur SPPG sementara memproduksi menu makanan kering yang dinilai lebih sesuai dengan kondisi ibadah puasa. Setelah Ramadan berakhir, distribusi akan kembali menggunakan menu basah sebagaimana pola normal program MBG.
Pendampingan Teknis di Sejumlah Kecamatan
Sementara itu, Tim 2, 3, dan 4 melakukan peninjauan ke wilayah Kecamatan Rambutan, Tebing Tinggi Kota, dan Padang Hulu. Dalam kegiatan tersebut, Satgas tidak hanya melakukan pengawasan, tetapi juga memberikan pendampingan teknis kepada pengelola dapur.
Beberapa hal yang menjadi perhatian antara lain pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) serta pemasangan grease trap pada saluran drainase guna menjaga kebersihan lingkungan di sekitar dapur produksi.
Koordinator Wilayah MBG Kota Tebing Tinggi, Widya Pertiwi, menjelaskan bahwa setiap menu yang disajikan telah melalui perhitungan ahli gizi agar memenuhi standar kebutuhan nutrisi penerima manfaat.
“Menu yang disajikan sudah mengandung unsur karbohidrat, protein, mineral, vitamin, dan gizi lainnya. Setiap hari dibuat bervariasi agar tetap seimbang dan menarik,” jelasnya.
Baca Juga: Safari Ramadan di Batang Onang, Wabup Paluta Tegaskan BPJS dan Bansos Hak Rakyat
Widya menambahkan, selama Ramadan menu yang disiapkan berupa makanan kering. Namun setelah Ramadan, distribusi akan kembali menggunakan menu basah sesuai standar awal program.
Wajib Uji Sampel Sebelum Didistribusikan
Sebelum makanan dibagikan kepada penerima manfaat, setiap dapur SPPG wajib melakukan pengujian sampel oleh ahli gizi. Pengujian tersebut mencakup aspek organoleptik seperti aroma, rasa, dan kualitas makanan secara keseluruhan.
Proses pengambilan sampel dilakukan minimal dua kali dalam sehari, menyesuaikan dengan jadwal distribusi makanan ke sekolah dan kelompok penerima lainnya.
“Jika ada keluhan dari penerima manfaat, kami berharap segera dilaporkan ke pihak SPPG agar bisa langsung dilakukan evaluasi,” ujar Widya.
Program MBG di Tebing Tinggi menjangkau berbagai kelompok penerima, mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, hingga SMA. Selain itu, program ini juga menyasar kelompok rentan seperti balita serta ibu hamil dan menyusui.
Baca Juga: Dua Hari Pencarian, Bocah Korban Hanyut di Sungai Lae Simbelin Ditemukan Meninggal
Distribusi makanan diatur berdasarkan jenjang penerima. Untuk siswa sekolah dasar, pengantaran biasanya dilakukan sekitar pukul 07.00 WIB. Sementara siswa SMP dan SMA menerima distribusi sekitar pukul 09.30 WIB, dan kelompok penerima lainnya pada siang hari.
Kegiatan monitoring ini turut melibatkan sejumlah pejabat dari berbagai organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemko Tebing Tinggi, antara lain Kepala Dinas Kominfo Ghazali Rahman, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Reza Aghista, Kepala Dinas Kesehatan Fitri Sari Saragih, serta Kepala Dinas Ketahanan Pangan Iboy Hutapea.
Turut hadir pula perwakilan puskesmas dan Dinas Lingkungan Hidup yang ikut memastikan standar kesehatan dan lingkungan terpenuhi.
Melalui evaluasi dan pengawasan berkala ini, Tim Satgas optimistis seluruh SPPG di Tebing Tinggi akan segera memenuhi standar operasional yang ditetapkan pemerintah. Dengan demikian, program pemenuhan gizi bagi masyarakat dapat berjalan lebih optimal, aman, dan berkelanjutan.( mag-3/han)
Editor : Johan Panjaitan