GUNUNG TUA, Sumutpos.jawapos.com– Krisis bahan bakar minyak (BBM) melanda wilayah Padang Lawas Utara sejak Selasa siang. Hampir seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di daerah tersebut dilaporkan kehabisan stok, baik untuk BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar maupun jenis non-subsidi.
Kelangkaan ini membuat aktivitas masyarakat terganggu. Sejumlah warga bahkan mengaku kesulitan menjalankan pekerjaan sehari-hari karena kendaraan tidak bisa dioperasikan tanpa pasokan bahan bakar.
SPBU Sepi, Aktivitas Terhenti
Pantauan di lapangan menunjukkan suasana tidak biasa di sejumlah SPBU di kawasan Gunung Tua dan sekitarnya. Area yang biasanya dipenuhi antrean kendaraan kini terlihat lengang tanpa aktivitas pengisian BBM.
Tidak tampak kendaraan mengantre di jalur pengisian, sementara sebagian petugas SPBU juga tidak berada di lokasi. Kondisi ini menimbulkan tanda tanya di kalangan masyarakat mengenai penyebab pasti keterlambatan pasokan serta kapan distribusi akan kembali normal.
Hingga kini belum ada penjelasan resmi dari pihak PT Pertamina (Persero) maupun otoritas terkait mengenai gangguan distribusi yang menyebabkan stok BBM di wilayah tersebut habis total.
Harga Eceran Melonjak Tajam
Kondisi kosongnya SPBU membuat masyarakat terpaksa mencari alternatif lain. Pedagang eceran di pinggir jalan pun menjadi satu-satunya tempat mendapatkan BBM, meski dengan harga jauh lebih tinggi.
Warga melaporkan harga BBM eceran kini telah menembus Rp13.000 per liter. Selain mahal, ketersediaannya juga terbatas sehingga warga harus berkeliling untuk mendapatkannya.
“Terpaksa beli di botolan, itu pun susah dicari. Harganya sudah Rp13 ribu per liter. Kalau tidak beli, kami tidak bisa kerja,” keluh seorang warga yang ditemui di salah satu titik penjualan eceran.
Kelangkaan BBM dalam skala luas ini dikhawatirkan akan berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat jika berlangsung lama. Transportasi, distribusi barang, hingga aktivitas pertanian berpotensi ikut terganggu akibat terbatasnya bahan bakar.
Masyarakat berharap pemerintah daerah dan pihak Pertamina segera mengambil langkah cepat untuk memastikan distribusi BBM kembali normal.
Bagi warga Padang Lawas Utara, kembalinya pasokan BBM bukan sekadar soal energi, tetapi juga tentang keberlanjutan aktivitas ekonomi dan kehidupan sehari-hari. Hingga saat ini, masyarakat hanya bisa menunggu kepastian sambil berharap mesin-mesin pompa di SPBU kembali beroperasi seperti biasa.(mag-12/han)
Editor : Johan Panjaitan