TEBING TINGGI, Sumutpos.jawapos.com – Harapan masyarakat untuk terbebas dari ancaman banjir mulai menemukan titik terang. Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera II menggelar sosialisasi pembangunan prasarana pengendalian banjir di kawasan Sungai Sibarau, Kamis (12/3/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Jalan Pramuka, Kelurahan Pinang Mancung, Kecamatan Bajenis, Tebing Tinggi itu dihadiri masyarakat dari Kelurahan Brohol dan Kelurahan Pinang Mancung. Sosialisasi tersebut menjadi langkah awal sebelum dimulainya pembangunan tembok penahan banjir yang telah lama dinantikan warga.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Bajenis Ari Miranda, Lurah Brohol Amri, Lurah Pinang Mancung Ryan, serta Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BBWS Sumut II Syaiful Hamdi. Hadir pula pihak pelaksana proyek yakni CV AA Group bersama konsultan PT Gagas Alam Selaras yang tergabung dalam kerja sama dengan CV Patoya Indah dan PT Indoplan Inti Patria.
Dalam pemaparannya, Syaiful Hamdi menjelaskan bahwa pembangunan tembok penahan banjir dijadwalkan dimulai setelah Lebaran, sekitar akhir Maret 2026, dengan masa pengerjaan sekitar 180 hari kalender atau enam bulan.
“Pelaksanaan diperkirakan dimulai akhir Maret atau setelah Lebaran, dengan durasi pekerjaan kurang lebih enam bulan,” jelasnya.
Ia juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak, termasuk tokoh masyarakat yang membantu kelancaran kegiatan sosialisasi.
Sementara itu, Camat Bajenis Ari Miranda mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendukung pembangunan infrastruktur pengendalian banjir tersebut.
“Pembangunan tembok penahan banjir ini sudah lama kita nantikan. Saya mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung sekaligus mengawasi pelaksanaannya agar berjalan lancar,” ujarnya.
Dalam sesi dialog, masyarakat turut menyampaikan aspirasi. Salah seorang warga, Aris, berharap proyek tersebut juga dilengkapi fasilitas tangga menuju bibir sungai agar warga yang biasa beraktivitas di sekitar aliran sungai dapat lebih aman.
Baca Juga: Ramai di Media Sosial, Warganet Soroti Isu “Krisis Ojol” di Indonesia
Menanggapi hal tersebut, Syaiful Hamdi menyatakan pihaknya akan mempertimbangkan usulan masyarakat selama memberikan manfaat bagi warga sekitar.
“Apa pun yang menjadi kebutuhan masyarakat tentu akan kami pertimbangkan. Nanti tolong ditunjukkan titik-titiknya agar pelaksana tidak salah dalam pembangunan,” katanya.
Tokoh masyarakat setempat, H Kabul, menyampaikan apresiasi atas realisasi pembangunan tembok penahan banjir di Sungai Sibarau yang telah lama diperjuangkan.
Menurutnya, proyek tersebut menjadi harapan baru bagi warga yang selama ini kerap menghadapi ancaman banjir.
“Kami sangat mengapresiasi semua pihak yang telah mendorong terwujudnya pembangunan ini, mulai dari pemerintah, BBWS, hingga kontraktor pelaksana,” ujarnya.
Melalui proyek pengendalian banjir ini, diharapkan risiko banjir di kawasan sekitar Sungai Sibarau dapat ditekan, sekaligus memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi masyarakat di wilayah tersebut.(mag-3/han)
Editor : Johan Panjaitan