STABAT, Sumutpos.jawapos.com - Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia memberikan 2.000 paket bantuan kepada masyarakat Kabupaten Langkat yang terdampak bencana. Bantuan tersebut diterima Bupati Langkat, Syah Afandin di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Medan, Rabu (11/3/2036).
Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, turut hadir pada kesempatan tersebut. Juga Gubernur Sumut, Bobby Nasution beserta jajaran pejabat.
Ahmad Muzani menyatakan, pihaknya merasa prihatin ketika pertama kali menerima informasi mengenai bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk di Sumatera Utara pada akhir tahun 2025 lalu. Menurutnya, bencana tersebut tidak hanya menimbulkan kerugian materiil, tetapi juga berdampak pada berbagai sektor kehidupan masyarakat serta menimbulkan korban jiwa.
"Karena itu, bantuan ini diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi masyarakat yang terdampak sekaligus sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah daerah dalam mempercepat proses pemulihan pascabencana," ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, serta pemerintah kabupaten/kota, agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana dapat berjalan lebih cepat, efektif, dan tepat sasaran. Sementara, Gubernur Sumut, Bobby Nasution menambahkan, bantuan yang disalurkan oleh Ketua MPR RI berjumlah 5.000 paket perlengkapan ibadah yang diperuntukkan bagi masyarakat terdampak bencana di beberapa daerah di Sumatera Utara.
Dari jumlah tersebut, 3.000 paket bantuan diserahkan kepada Kabupaten Tapanuli Selatan, sementara 2.000 paket lainnya diberikan kepada Kabupaten Langkat. "Meskipun bantuan ini tidak dapat sepenuhnya menggantikan kerugian yang dialami masyarakat akibat bencana, namun diharapkan dapat memberikan penguatan spiritual serta membantu masyarakat dalam menjalankan ibadah, terutama menjelang bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri," ujar Bobby.
Melalui kegiatan ini, diharapkan bantuan yang disalurkan dapat membantu meringankan beban masyarakat terdampak bencana. Juga memperkuat semangat kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi masa pemulihan pascabencana. (ted/han)
Editor : Johan Panjaitan