Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Pemkab Deli Serdang Perkuat Sinergi Pembangunan, Enam Mitra Strategis Teken MoU

Johan Panjaitan • Jumat, 13 Maret 2026 | 22:06 WIB

Bupati Deli Serdang, dr H Asri Ludin Tambunan menandatangani nota kesepahaman atau MoU dengan enam mitra strategis di Aula Cendana, Lantai II, Kantor Bupati Deli Serdang, Jumat (13/3/2026).
Bupati Deli Serdang, dr H Asri Ludin Tambunan menandatangani nota kesepahaman atau MoU dengan enam mitra strategis di Aula Cendana, Lantai II, Kantor Bupati Deli Serdang, Jumat (13/3/2026).

LUBUK PAKAM, Sumutpos.jawapos.com– Pemerintah Kabupaten Deli Serdang memperkuat kolaborasi lintas sektor melalui penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan enam mitra strategis dari sektor energi, perbankan, dan pendidikan tinggi. Langkah ini menjadi bagian dari strategi mempercepat pembangunan daerah sekaligus memperkuat tata kelola pemerintahan yang modern dan inklusif.

Penandatanganan kerja sama dilakukan langsung oleh Bupati Asri Ludin Tambunan di Aula Cendana, Kantor Bupati Deli Serdang, Jumat (13/3/2026), disaksikan Wakil Bupati Lom Lom Suwondo serta sejumlah pejabat daerah.

Adapun enam mitra yang menjalin kerja sama tersebut adalah PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), Bank Rakyat Indonesia, Bank Sumut, Bank Mandiri, Universitas Medan Area, serta Universitas Satya Terra Bhinneka.

Baca Juga: GoTo dan Kementerian Perhubungan Fasilitasi Mitra Driver dan Keluarga Mudik Gratis lewat GoMudik

Bupati Asri Ludin Tambunan menegaskan bahwa kerja sama ini diharapkan tidak berhenti pada seremoni administratif, tetapi benar-benar diwujudkan dalam program konkret yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kerja sama ini merupakan instrumen penting untuk mempercepat pembangunan daerah melalui kolaborasi lintas sektor. Kami berharap implementasinya memberikan dampak langsung bagi masyarakat dan mendorong kemajuan Kabupaten Deli Serdang,” ujar Asri Ludin.

Menurutnya, kemitraan antara pemerintah daerah, sektor perbankan, dan perguruan tinggi merupakan fondasi penting untuk menciptakan ekosistem pembangunan yang produktif, inovatif, dan berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyoroti pentingnya percepatan digitalisasi transaksi keuangan daerah melalui program Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD). Transformasi dari sistem transaksi tunai menuju non-tunai dinilai menjadi langkah strategis untuk memperkuat transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah.

“Dengan sistem digital, transparansi dapat kita tunjukkan secara nyata kepada masyarakat. Ini sejalan dengan konsep pelayanan publik yang kami dorong, yaitu CTM: Cepat, Transparan, dan Mudah,” jelasnya.

Baca Juga: BPK Rampungkan Audit Awal APBD Paluta 2025, Bupati Reski Basyah Tegaskan Komitmen Transparansi

Ia juga mendorong sektor perbankan agar tidak hanya berperan sebagai pengelola dana pemerintah, tetapi turut aktif mendukung peningkatan pendapatan daerah. Salah satunya melalui penyediaan tapping box di restoran atau tempat usaha agar transaksi pajak daerah dapat tercatat secara real time.

Selain aspek tata kelola keuangan, kerja sama dengan perguruan tinggi juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) serta mendorong inovasi teknologi yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

Pemkab Deli Serdang, lanjut Bupati, tengah menjalankan program Satu Desa Satu Sarjana sebagai upaya memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat desa. Program tersebut diharapkan melahirkan generasi terdidik yang mampu mengembangkan potensi daerah sesuai karakter wilayahnya, baik di sektor pertanian, kelautan, maupun ekonomi kreatif.

“Perguruan tinggi juga kami dorong menjadikan Deli Serdang sebagai laboratorium lapangan bagi mahasiswa melalui penelitian, kuliah kerja nyata, maupun program pemberdayaan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Area Head Regional Office Medan Bank Rakyat Indonesia, Catur Wahyu Endra Yogianta, menyampaikan komitmen BRI untuk terus mendukung penguatan ekonomi masyarakat di Kabupaten Deli Serdang.

Menurutnya, hingga saat ini BRI telah menyalurkan pembiayaan kepada sekitar 40 ribu masyarakat di Deli Serdang dengan total portofolio hampir Rp2,1 triliun. Dari jumlah tersebut, sekitar 27 ribu pelaku usaha memperoleh akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan nilai mencapai Rp1,1 triliun.

Selain itu, BRI juga memperluas layanan keuangan melalui jaringan agen BRILink yang tersebar di berbagai wilayah. Saat ini tercatat sekitar 1.100 agen BRILink aktif di Kabupaten Deli Serdang.

“Keberadaan agen BRILink bukan hanya memperluas layanan keuangan, tetapi juga membuka peluang tambahan pendapatan bagi masyarakat yang menjadi agen,” jelasnya.

Baca Juga: Kick-Off CAEXPO-CABIS ke-23: Indonesia Bidik Penetrasi Lebih Dalam ke Pasar Tiongkok

Di sektor pendidikan, Rektor Universitas Medan Area, Dadan Ramdan, menyatakan kesiapan kampusnya untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, khususnya dalam pengembangan SDM dan inovasi teknologi.

UMA saat ini mengembangkan program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) yang memungkinkan masyarakat melanjutkan pendidikan formal berdasarkan pengalaman kerja yang dimiliki. Selain itu, berbagai riset terapan juga tengah dilakukan, termasuk pengembangan bibit pisang unggul serta teknologi pengolahan sampah yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Bagian Tata Pemerintahan Deli Serdang Adi Winarto menjelaskan bahwa penandatanganan kesepakatan bersama ini bertujuan memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dengan berbagai pemangku kepentingan.

Melalui kemitraan strategis ini, Pemerintah Kabupaten Deli Serdang berharap tercipta sinergi yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta menghadirkan pelayanan publik yang lebih transparan, efisien, dan berdampak luas bagi masyarakat.(btr/han)

Editor : Johan Panjaitan
#pemkab deliserdang #Mitra #kerja sama