Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Diduga Ada Mafia Penukaran Uang Pecahan, Anggota DPRD Deliserdang Minta Polisi Bertindak

Juli Rambe • Sabtu, 14 Maret 2026 | 22:22 WIB

Anggota DPRD Deliserdang Komisi I H Rahmadsyah. (Dok: istimewa)
Anggota DPRD Deliserdang Komisi I H Rahmadsyah. (Dok: istimewa)

 

LUBUKPAKAM, SUMUT POS- Anggota DPRD Deliserdang Komisi I H. Rahmadsyah menyesalkan kabar yang menyatakan tidak adanya beredar penukaran uang tunai dengan pecahan baru di Bank menjelang perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 H/2026 M.

Ironisnya penukaran uang tunai dengan pecahan baru malah beredar dan diperdagangkan dengan nilai tukar fantastis di jalanan sekitar Lapangan Merdeka Medan. Sehingga Rahmadsyah menduga adanya oknum mafia penukaran uang tunai.

"Semoga ini menjadi perhatian pihak Kepolisian dan Bank Indonesia apakah ada didalam Bank Indonesia oknum-oknum mafia yang bermain tentang pencahan uang baru ini. Ini luar biasa semoga pihak Kepolisian mengungkap praktek yang sudah menyusahkan masyarakat menjelang lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah," kata Rahmadsyah, Kamis (12/3) di DPRD Deliserdang.

Bagi-bagi uang Tunjangan Hari Raya (THR) kepada sanak saudara, kerabat, serta anak-anak sebagai bagian dari perayaan Lebaran yang penuh suka cita memang telah menjadi tradisi di Indonesia. 

Sehingga tidak ada penukaran uang di Bank-bank menjadi perhatian Rahmadsyah yang merupakan Anggota DPRD Deliserdang dari Daerah Pemilihan (Dapil) VI meliputi Kecamatan Percutseitun dan Kecamatan Batang Kuis.

"Saya menyesalkan tindakan perbankan terutama Bank Indonesia yang tidak mengeluarkan uang pecahan sepuluh ribu, lima ribu dan bahkan dua ribu kepada seluruh bank yang mana kita tahu pada saat lebaran uang baru menjadi semangat luar biasa terhadap anak-anak," ungkapnya.

"Anak-anak ketika menerima uang baru membuat mereka semangat. Tapi anehnya sudah dua tahun belakangan ini Lebaran 2025, Lebaran 2026 itu hampir seluruh Bank tidak ada. Saya punya rekening di BCA, di Bank Sumut, di BRI, satupun tidak ada yang mampu memberikan uang pecahan baru yang saya sebutkan itu tadi," tambahnya.

Rahmadsyah menduga adanya mafia penukaran uang pecahan tersebut karena ketika ditelusurinya di kawasan Jalan Lapangan Merdeka Medan ramai penukaran uang.

"Ini luar biasa terindikasi adanya dugaan mafia penukaran uang pecahan di Bank Indonesia, karena di kawasan Lapangan Merdeka Medan bisa beredar uang baru berapa saja yang kita butuhkan ada, tapi dengan harga tukar satu juta dipotong dengan tiga ratus ribu. Jadi kita beli uang baru pecahan lima ribu dua blok satu juta, kita bayar itu satu juta tiga ratus," ungkapnya. (btr/ram)

 

Editor : Juli Rambe
#Pelayanan bank tukar uang pecahan baru #Pecahan uang baru