Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

H-5 Lebaran, Arus Mudik Tol Batubara–Asahan Masih Terkendali

Johan Panjaitan • Rabu, 18 Maret 2026 | 10:00 WIB

Suasana arus kendaraan di  lajur Exit GT Kisaran, Senin(16/3/2026) malam.  (LIBERTY H. HALOHO/SUMUT POS)
Suasana arus kendaraan di lajur Exit GT Kisaran, Senin(16/3/2026) malam. (LIBERTY H. HALOHO/SUMUT POS)

BATUBARA, Sumutpos.Jawapos-Memasuki H-5 Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah, arus mudik di ruas Tol Indrapura–Kisaran yang menghubungkan Kabupaten Batu Bara hingga Asahan masih terpantau lancar dan terkendali. Meski pergerakan kendaraan mulai meningkat, kondisi lalu lintas belum menunjukkan lonjakan signifikan seperti yang diperkirakan terjadi pada puncak mudik.

Kepala Regional Sumbagut PT Hutama Karya, Taufik Hidayat, menyampaikan bahwa situasi terkini masih berada dalam kategori normal. Namun demikian, pihaknya terus melakukan pemantauan intensif guna mengantisipasi dinamika yang dapat berubah cepat menjelang hari raya.

“Pergerakan kendaraan sudah mulai meningkat, tetapi belum signifikan. Kami tetap siaga penuh, terutama menghadapi puncak arus mudik dan arus balik,” ujarnya, Selasa (17/3/2026).

Data trafik menunjukkan adanya kenaikan volume kendaraan di ruas Tol Indrapura–Kisaran. Pada 16 Maret 2026, tercatat 11.968 kendaraan melintas—meningkat 34,9 persen dibandingkan kondisi normal. Secara kumulatif, jumlah kendaraan mencapai 59.377 unit atau naik 7,42 persen.

Lonjakan yang lebih tajam diprediksi akan terjadi pada 23 hingga 24 Maret 2026, dengan estimasi sekitar 22 ribu kendaraan melintas per hari. Dalam proyeksi tersebut, Gerbang Tol Kisaran disebut sebagai salah satu titik krusial yang berpotensi mengalami kepadatan, terutama pada momen Lebaran hari kedua dan H+1, saat mobilitas masyarakat untuk bersilaturahmi dan berwisata meningkat.

Secara teknis, kapasitas layanan di Gerbang Tol Kisaran dinilai masih memadai. Dengan kemampuan melayani hingga 2.500 kendaraan per jam, angka tersebut masih berada di atas estimasi lonjakan yang diperkirakan mencapai 1.000 kendaraan per jam.

Meski demikian, PT Hutama Karya tidak mengambil risiko. Sejumlah langkah antisipatif telah disiapkan untuk menjaga kelancaran arus kendaraan, khususnya di titik transaksi gerbang tol. Di antaranya pengoperasian Mobile Reader, penambahan petugas tapping, penyediaan layanan top-up bergerak, serta pengaturan dinamis antara gardu masuk dan keluar.

Tak hanya itu, pengaturan arus di sekitar gerbang tol juga menjadi perhatian utama untuk mencegah antrean yang berpotensi meluas. Salah satu persoalan klasik yang diidentifikasi adalah saldo kartu uang elektronik pengguna yang tidak mencukupi saat transaksi.

Untuk mengatasi hal tersebut, Hutama Karya menggandeng vendor penyedia layanan top-up agar pengguna tetap dapat melakukan pengisian saldo di area gerbang tol. Meski begitu, pengguna tetap diimbau untuk melakukan persiapan sebelum memasuki tol.

“Kami mengimbau pengguna memastikan saldo cukup. Jika harus top-up di gerbang tol, gunakan lajur paling kiri agar tidak mengganggu arus utama,” tegas Taufik.

Dengan berbagai skenario mitigasi yang telah disiapkan, diharapkan arus mudik di ruas Tol Batu Bara–Asahan tetap berjalan aman, lancar, dan nyaman. Di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang Lebaran, kesiapan infrastruktur dan manajemen lalu lintas menjadi kunci utama menjaga perjalanan tetap terkendali.(lib/han)

Editor : Johan Panjaitan
#kisaran #lonjakan #Tol Indra Pura #asahan