LUBUKPAKAM, Sumutpos.jawapos.com, Sumutpos.jawapos.com - Pemerintah Kabupaten Deliserdang menggelar acara halal bihalal Idul Fitri 1447 H/2026 M dengan meriah Rabu (25/3/2026). Pelaksanaan kegiatan yang menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) ini mendapat sorotan warga. Karena terkesan tidak sejalan dengan Surat Edaran (SE) dari Menteri Sekretaris Negara dengan Nomor: B-40/M/S/HL.00/03/2026 kepada seluruh kementerian/lembaga (K/L) untuk tidak menyelenggarakan open house atau halal bihalal secara berlebihan saat Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M.
Sorotan datang dari Ketua Umum (Ketum) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Paguyuban Keluarga Besar Putera Jawa Kelahiran Sumatera (Pujakesuma) Eko Sopianto SE. Eko menilai kegiatan tersebut digelar secara berlebihan. Karenanya dia mengkritisi kebijakan Bupati Deliserdang Asri Ludin Tambunan yang tetap menyelenggarakan gelar griya (open house) atau halal bihalal secara berlebihan tersebut saat Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M.
"Edaran ditingkat pusat saja sudah mengingatkan tentang solidaritas terhadap daerah bencana. Ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deliserdang beberapa bulan yang lalu sebagai salah satu Kabupaten terkena bencana alam membuat kegiatan yang begitu besar. Jadi itu namanya pemborosan disaat Presiden Prabowo menginstruksikan penghematan," kata Eko Sopianto, kepada wartawan, Kamis (26/3).
Sebelumnya Mensesneg Prasetyo Hadi mengatakan, SE itu diterbitkan untuk menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto dalam sidang Kabinet paripurna pada Jumat (13/3/2026). Prasetyo menekankan rasa empati kepada korban bencana alam dan masyarakat belum mampu. Oleh karenanya sesuai arahan Presiden Prabowo, acara gelar griya harus sederhana.
Kembali ke Eko Supianto, dia melihat open house yang digelar, Pemkab Deliserdang, di Alun-alun Pemkab itu dengan ramainya tenda yang terpasang, pentas dan sound system serta makan minum yang disediakan dapat diperkirakan anggaran mencapai ratusan juta rupiah.
"Dapat dipastikan ini mengunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang diperkirakan ratusan juta rupiah. Kalaulah anggaran itu dialihkan untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana alam maupun masyarakat kurang mampu dimasa sulit ini, betapa bahagianya rakyat Deliserdang," ungkap Eko Supianto.
Dijelaskan undangan yang hadir diperkirakan sebanyak sekitar 6000 undangan dari berbagai unsur.
Editor : Johan Panjaitan