BATUBARA, Sumutpos.jawapos.com – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-49 Pungguan Pomparan Raja Silahisabungan Boru, Bere, dan Ibebere Limapuluh berlangsung meriah dan penuh kekhidmatan, Sabtu (28/3/2026). Momentum ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga refleksi perjalanan panjang kebersamaan lintas generasi.
Kegiatan diawali dengan ibadah syukur sebagai wujud terima kasih atas penyertaan Tuhan yang senantiasa menyertai seluruh pomparan Raja Silahisabungan hingga memasuki usia ke-49 tahun. Ibadah dipimpin oleh pengkhotbah Gr. Maringan Manik, S.Pd., yang mengangkat tema dari Roma 14:19: “Sebab itu marilah kita mengejar apa yang mendatangkan damai sejahtera dan yang berguna untuk saling membangun.”
Dalam khotbahnya, Maringan Manik menegaskan bahwa usia 49 tahun mencerminkan kedewasaan sebuah pungguan. Dinamika berupa suka dan duka, tantangan serta ujian, dinilai telah dilalui dengan baik berkat kebersamaan dan kekuatan iman.
“Pungguan ini tetap eksis karena adanya persatuan, saling menopang, serta semangat gotong royong. Beban yang berat pun menjadi ringan ketika dijalani bersama,” ujarnya.
Ia berharap nilai-nilai kebersamaan tersebut terus dipertahankan, terlebih menjelang perayaan emas atau Jubelium 50 tahun yang direncanakan berlangsung lebih meriah pada tahun mendatang.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan peniupan lilin ulang tahun dan pemotongan roti secara simbolis oleh para tokoh pungguan, di antaranya Ketua Penasehat St. M. Sinurat, Op. Jetro Tambunan, Frans Tambunan, pengkhotbah, serta perwakilan unsur boru dan ibebere.
Baca Juga: “No Kings!”: Amarah Rakyat AS Meledak, Dunia Ikut Bergolak di Tengah Ancaman Perang Iran
Dalam sambutannya, Ketua Penasehat St. M. Sinurat menekankan pentingnya menjaga soliditas dan semangat kekeluargaan yang telah terbangun selama hampir lima dekade.
“Silaturahmi dan solidaritas yang telah terjalin harus terus dipelihara. Ini menjadi kekuatan utama pungguan dalam menghadapi tantangan ke depan,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Pungguan periode sebelumnya, Anton Sihaloho, menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota yang telah berkontribusi aktif dalam menjalankan berbagai program adat dan sosial kemasyarakatan. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan demi keberlanjutan organisasi di tengah masyarakat.
Kepengurusan Baru dan Arah Masa Depan
Pada kesempatan tersebut, diumumkan pula kepengurusan baru Pungguan Pomparan Raja Silahisabungan Boru, Bere, dan Ibebere Limapuluh periode 2026–2029 yang terpilih secara aklamasi. Liberti H. Haloho, S.P., dipercaya sebagai ketua, didampingi Edison Dolok Saribu sebagai wakil ketua, serta Jabengar Sihombing, S.Pd., sebagai sekretaris merangkap bendahara.
Pelantikan kepengurusan baru ini diharapkan menjadi awal penguatan organisasi dalam menjawab tantangan zaman, sekaligus menjaga nilai-nilai adat dan kekerabatan.
Baca Juga: Garuda Uji Nyali Lawan Bulgaria: John Herdman Siapkan Serangan Cerdas
Liberti H. Haloho dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Ia berkomitmen membawa pungguan semakin solid, adaptif, dan berdaya guna bagi anggotanya.
Menuju Jubelium Emas
Sejumlah gagasan strategis juga mengemuka dalam rapat umum, salah satunya pembentukan Tim Adat Pungguan. Tim ini dirancang untuk mencetak generasi muda sebagai parsinabung atau raja parhata—figur penting dalam pelestarian tradisi dan tata cara adat Batak.
Selain itu, persiapan menuju perayaan Jubelium 50 tahun mulai dirancang sejak dini. Harapannya, peringatan setengah abad pungguan ini tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga momentum memperkuat identitas, solidaritas, dan kontribusi sosial di tengah masyarakat.
Dengan semangat kebersamaan yang terus terjaga, Pungguan Pomparan Raja Silahisabungan Limapuluh optimistis menatap masa depan, melangkah menuju usia emas dengan fondasi yang semakin kokoh dan bermakna.(lib/han)
Editor : Johan Panjaitan