BATUBARA, Sumutpos.jawapos.com – Bentrokan antar remaja kembali mencoreng ketenangan warga di Kecamatan Tanjung Tiram, Kabupaten Batu Bara. Tawuran antara kelompok dari Desa Suka Maju dan Desa Suka Jaya pada Kamis (16/4/2026) dini hari tak hanya menimbulkan keresahan, tetapi juga berujung pada aksi perusakan hingga pembakaran lapak pedagang kaki lima (PKL).
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 03.00 WIB itu terekam dalam video yang kemudian beredar luas di media sosial. Dalam rekaman tersebut, terlihat sekelompok remaja melakukan aksi anarkis dengan merusak gerobak dagangan milik warga.
Tak berhenti pada perusakan, puing-puing lapak yang telah dihancurkan diseret ke dalam Gang Jogja dan dibakar. Aksi nekat itu memicu kepanikan, mengingat lokasi pembakaran berada di tengah permukiman padat penduduk dan berpotensi memicu kebakaran yang lebih luas.
Baca Juga: ITSI Resmi Buka Program Studi Magister Sosial Ekonomi Pertanian
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerugian materiil yang dialami warga, khususnya para pedagang, cukup besar. Sejumlah pelaku usaha kecil kehilangan tempat mencari nafkah dalam sekejap.
“Bukan hanya dirusak, bangku dan etalase kami dibakar habis. Kami tidak tahu harus mulai dari mana lagi,” ujar seorang pedagang dengan suara bergetar, menahan kesedihan atas kejadian tersebut.
Insiden ini semakin mempertegas kegelisahan warga yang dalam beberapa waktu terakhir kerap dihantui aksi tawuran serupa. Kekhawatiran pun menguat bahwa konflik dapat berkembang menjadi bentrokan yang lebih besar jika tidak segera ditangani secara serius dan menyeluruh.
Berbagai langkah preventif sebenarnya telah diupayakan. Pemerintah desa bersama masyarakat mengaktifkan kembali sistem keamanan lingkungan (siskamling) dan ronda malam. Aparatur desa bahkan turun langsung berjaga untuk menjaga situasi tetap kondusif.
Namun, upaya tersebut dinilai belum cukup efektif. Para pelaku tawuran disebut kerap memanfaatkan celah ketika pengawasan melemah.
Baca Juga: Perkuat Keamanan Kelistrikan, PLN UP3 Pematangsiantar Sinergi dengan Brimob Sumut
“Kalau ronda ketat memang aman. Tapi begitu lengah sedikit saja, mereka langsung muncul lagi. Sulit diawasi terus-menerus,” ungkap seorang warga.
Kanit Reskrim Polsek Talawi, Ipda BZ Damanik, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut patroli telah dilakukan hingga menjelang subuh, namun tidak ditemukan indikasi awal akan terjadinya bentrokan.
“Selama patroli tidak ada tanda-tanda tawuran. Namun setelah kami kembali ke Polsek, kami mendapat laporan bahwa bentrokan sudah terjadi,” jelasnya. (lib/han)
Editor : Johan Panjaitan