SERDANG BEDAGAI, Sumutpos.jawapos.com– Fenomena pasang air laut (rob) kembali merendam akses jalan di wilayah pesisir Desa Bagan Kuala, Kecamatan Tanjung Beringin, Sabtu (18/4/2026) sore. Air sempat menggenangi ruas jalan di Dusun I dan Dusun II, namun kondisi kali ini belum mengganggu aktivitas masyarakat secara signifikan.
Genangan terjadi sekitar pukul 16.45 WIB, saat air laut meluap hingga ke badan jalan. Meski demikian, tidak adanya gelombang besar membuat situasi relatif terkendali. Warga tetap beraktivitas seperti biasa, tanpa hambatan berarti.
Kepala Desa Bagan Kuala, Sapril, menyebut pasang rob yang terjadi masih dalam kategori aman dan merupakan fenomena rutin yang kerap dialami masyarakat pesisir.
Baca Juga: Akademisi Nilai Kunjungan Presiden ke Gudang Bulog Konfirmasi Efektivitas Sistem Pangan Nasional
“Ini masih tergolong pasang dua puluh sembilan. Tidak terlalu parah karena tidak disertai gelombang,” ujarnya.
Menurutnya, air diperkirakan segera surut dalam waktu singkat, terutama menjelang malam hari. Karena itu, masyarakat diminta tidak panik namun tetap waspada.
“Biasanya cepat surut. Kami minta warga tetap tenang, tetapi tetap memperhatikan kondisi sekitar,” tambahnya.
Meski situasi saat ini masih terkendali, potensi pasang yang lebih tinggi diperkirakan terjadi pada keesokan hari seiring memasuki fase pasang tiga puluh. Pemerintah desa pun mengingatkan warga untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama yang tinggal di kawasan rawan genangan.
Baca Juga: Polsek Batang Kuis Ringkus Pelaku Curanmor dan Pembongkaran Rumah, Terancam 9 Tahun Penjara
Di sisi lain, aktivitas di kawasan wisata Pantai Merdeka “Kampung Kito” dilaporkan tetap berjalan normal. Kondisi laut yang relatif tenang membuat pengunjung masih dapat menikmati suasana pantai dengan nyaman.
Fenomena rob yang kembali terjadi ini menjadi pengingat akan kerentanan wilayah pesisir terhadap dinamika pasang surut air laut. Pemerintah desa mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan kondisi serta mengantisipasi dampak terhadap akses jalan dan aktivitas harian.(fad/han)
Editor : Johan Panjaitan