Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Masyarakat Kirim Papan Bunga ke Polres Labuhanbatu, Dukung Polisi Perangi Peredaran Narkoba

Johan Panjaitan • Selasa, 21 April 2026 | 16:30 WIB
Masyarakat Kecamatan Panai Tengah mengirimkan papan bunga ke Mapolres Labuhanbatu sebagai ucapan terimakasih keberhasilan Polisi menangkap terduga BD narkotika (fajar)
Masyarakat Kecamatan Panai Tengah mengirimkan papan bunga ke Mapolres Labuhanbatu sebagai ucapan terimakasih keberhasilan Polisi menangkap terduga BD narkotika (fajar)

 

LABUHANBATU, SUMUTPOS.JAWAPOS.COM- Di sepanjang Jalan MH Thamrin, Rantauprapat, deretan papan bunga berdiri mencuri perhatian. Bukan ucapan selamat atau duka, melainkan ungkapan terima kasih kepada Polres Labuhanbatu atas keberhasilan mengungkap peredaran narkoba di Kecamatan Panai Tengah. Di balik warna-warni karangan bunga itu, tersimpan emosi kolektif: lega, sekaligus kemarahan yang lama terpendam.

Apresiasi publik ini mengalir setelah operasi Grebek Sarang Narkoba (GSN) yang digelar pada 16 April 2026 di Jalan Gembira, Labuhan Bilik. Dalam penggerebekan yang berlangsung cepat, aparat berhasil mengamankan seorang pria berinisial TIJ alias Irpan, yang diduga menjadi bandar sabu di kawasan tersebut.

Barang bukti yang disita menguatkan dugaan itu: lebih dari 15 gram sabu, puluhan plastik klip, alat hisap, serta ponsel yang diduga menjadi sarana transaksi. Sebuah potret kecil dari jaringan yang selama ini beroperasi di ruang-ruang yang nyaris tanpa pengawasan.

Namun, operasi ini tidak berdiri sendiri. Ia lahir dari laporan masyarakat—suara yang selama ini tertahan oleh rasa takut dan frustrasi. Kasi Humas Polres Labuhanbatu, AKP Aswin Irwan, menegaskan bahwa partisipasi publik menjadi kunci.

Baca Juga: Labura Perkuat Langkah Antisipasi Kekeringan, Bupati Dorong Swasembada Pangan Berkelanjutan

“Dukungan masyarakat adalah kekuatan kami. Tidak akan ada ruang bagi pelaku,” tegasnya.

Di tengah era digital yang sarat kritik instan, pilihan warga menyampaikan apresiasi melalui papan bunga terasa simbolik sekaligus kuat. Ia menjadi “suara jalanan” yang nyata—dibaca, dilihat, dan dirasakan langsung oleh publik luas.

Penangkapan Irpan mungkin bukan akhir dari rantai peredaran narkoba. Ia bukan gembong besar, tetapi justru representasi dari aktor-aktor menengah yang dampaknya paling terasa di tengah masyarakat. Dari rumah yang kerap didatangi orang asing hingga keresahan orang tua akan masa depan anak-anak mereka—semua berakar dari titik-titik kecil seperti ini.

Wilayah Panai Tengah sendiri dikenal rawan, dengan akses terbuka ke jalur perairan dan kedekatan dengan lintasan strategis seperti Selat Malaka. Kondisi ini menjadikannya titik rentan dalam peta peredaran narkotika.

Baca Juga: Misteri di Balik Kebakaran Batang Pane: Lansia Tewas, Perhiasan Raib

Kapolres Labuhanbatu, Wahyu Endrajaya, memahami bahwa keberhasilan ini baru langkah awal. Ia menegaskan komitmen untuk terus bergerak, sekaligus membuka ruang aman bagi masyarakat untuk melapor tanpa rasa takut.

Perang melawan narkoba, pada akhirnya, bukan soal satu operasi atau satu penangkapan. Ia adalah proses panjang yang menuntut konsistensi, keberanian, dan kepercayaan. Papan bunga di Jalan MH Thamrin menjadi penanda: masyarakat tidak sekadar menonton, tetapi mulai berdiri di sisi yang sama.(fdh/han)

Editor : Johan Panjaitan
#polres labuhanbatu #narkoba #papan bunga #sinergisitas #apresiasi