PADANG LAWAS, Sumutpos.jawapos.com-Kecelakaan tunggal kembali terjadi di ruas Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Gunung Tua–Sibuhuan, Sabtu (25/4/2026) sore. Sebuah truk Mitsubishi Fuso bernomor polisi BK 8322 CM yang mengangkut belasan tiang listrik terguling hingga nyaris membentuk sudut 90 derajat di Kecamatan Aek Nabara Barumun.
Peristiwa ini segera menarik perhatian warga dan pengguna jalan. Selain karena posisi kendaraan yang mencolok, material berupa tiang beton tampak berserakan di bahu jalan—tepat di area yang dikenal rawan, dengan kombinasi tanjakan curam dan tikungan tajam.
Baca Juga: 224 Jemaah Labuhanbatu Menuju Baitullah, Antara Ikhtiar, Usia, dan Cinta yang Menunda Langkah
Truk yang berangkat dari Medan itu diketahui membawa 18 batang tiang listrik dengan total beban sekitar 10 ton, yang rencananya didistribusikan ke ULP PLN Sibuhuan. Namun perjalanan terhenti di titik yang tak terduga.
Anto, kru HMA Towing Service dan Crane Medan Marendal, menjelaskan bahwa insiden bermula saat sopir berupaya memberi jalan kepada kendaraan lain.
“Di tanjakan dan tikungan, truk berpapasan dengan mobil tangki. Karena jalur sempit, sopir mengambil sisi kiri untuk mengalah,” ujarnya.
Keputusan tersebut, yang diambil dalam situasi mendesak, justru menjadi titik awal kecelakaan. Bahu jalan yang tidak diperkuat dan memiliki kontur dalam membuat ban kiri terperosok. Dalam hitungan detik, keseimbangan kendaraan hilang dan truk pun terguling ke sisi kiri.
Baca Juga: Oman Resmi Tantang Timnas Indonesia, Ujian Krusial Skuad Garuda di FIFA Matchday Juni 2026
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kejadian ini kembali menyoroti kondisi infrastruktur di kawasan tersebut. Bahu jalan yang tidak rata dan minim pengerasan dinilai menjadi faktor dominan dalam kecelakaan.
Selain itu, lokasi kejadian juga memiliki sejumlah risiko lain: minim penerangan, berada di tikungan tajam, serta berada di jalur distribusi kendaraan bertonase besar. Kombinasi ini menjadikan ruas tersebut sebagai titik rawan kecelakaan.
“Kalau bahu jalan diperkuat, kemungkinan besar truk tidak akan sampai terbalik,” tambah Anto.
Proses evakuasi berlangsung cukup menantang. Tim yang menerima laporan sejak dini hari harus menggunakan crane untuk mengangkat muatan dan menstabilkan posisi kendaraan. Kondisi medan yang sempit serta posisi truk di titik buta tikungan menambah kompleksitas penanganan.
Selama proses evakuasi, arus lalu lintas sempat tersendat. Namun, setelah pengamanan dilakukan, kondisi jalan perlahan kembali normal.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa keselamatan di jalan tidak hanya bergantung pada kehati-hatian pengemudi, tetapi juga pada kualitas infrastruktur yang memadai. (mag-12/han)
Editor : Johan Panjaitan