SERGAI, Sumutpos.jawapos.com-Suasana duka yang pekat menyelimuti kediaman almarhum Rico Pramudia di Kabupaten Serdang Bedagai, Selasa malam (28/4/2026). Jenazah prajurit TNI yang gugur dalam misi perdamaian dunia itu tiba sekitar pukul 23.45 WIB, disambut isak tangis keluarga yang tak terbendung.
Begitu peti jenazah yang terbalut bendera Merah Putih diturunkan dari ambulans dan dibawa ke dalam rumah duka, kesedihan seolah memuncak. Istri, orang tua, serta kerabat dekat larut dalam duka mendalam, mengiringi kepulangan almarhum dengan doa-doa yang tak putus dipanjatkan.
Ratusan warga tampak memadati lokasi sejak malam hari. Mereka datang bukan sekadar menyaksikan, melainkan memberikan penghormatan terakhir bagi sosok yang dikenal sederhana, ramah, dan dekat dengan lingkungan sekitarnya. Kehadiran mereka menjadi cermin betapa almarhum meninggalkan jejak kebaikan di tengah masyarakat.
Baca Juga: Jennifer Coppen Pre-Wedding di Paris, Wika Salim Pilih Konsep Intimate untuk Pernikahan
Sejumlah personel TNI dan Polri turut mengawal prosesi penyambutan secara khidmat. Peti jenazah yang diselimuti Sang Saka menjadi simbol penghormatan tertinggi bagi seorang prajurit yang gugur dalam tugas negara.
Almarhum, anak kesembilan dari pasangan Pairin dan Rokaya, dikenal sebagai pribadi pekerja keras sejak muda. Sebelum mengenakan seragam militer, ia tak segan menjalani berbagai pekerjaan demi membantu keluarga—mulai dari memasang taratak hingga beternak kambing.
“Dia tidak pernah memilih pekerjaan. Apa pun dilakukan demi orang tua,” kenang Zul, warga yang mengenalnya dekat.
Kini, ia meninggalkan seorang istri dan putra yang masih balita—sebuah kehilangan yang bukan hanya dirasakan keluarga, tetapi juga masyarakat luas.
Sebelumnya, almarhum bertugas dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon, sebelum gugur akibat luka berat yang diderita dalam insiden di wilayah konflik. Jenazahnya dipulangkan ke Tanah Air untuk disemayamkan di kampung halaman.
Baca Juga: Kemenhub Audit Operasional Green SM Usai Insiden di Stasiun Bekasi Timur
Rencananya, almarhum akan dimakamkan secara militer di Taman Makam Pahlawan Lubuk Pakam, Rabu (29/4/2026). Upacara tersebut akan menjadi penghormatan terakhir bagi seorang prajurit yang telah menunaikan tugasnya hingga akhir hayat.
Kepergian Prada Anumerta Rico Pramudia bukan sekadar duka bagi keluarga, tetapi juga kehilangan bagi bangsa. Ia pulang dalam kehormatan—sebagai putra terbaik yang telah mempersembahkan jiwa dan raganya demi perdamaian dunia.(fad/han)
Editor : Johan Panjaitan