DAIRI, Sumutpos.jawapos.com-Musyawarah Kabupaten (Mukab) V KADIN Dairi menjadi momentum konsolidasi dunia usaha daerah. Dalam forum yang digelar di Sidikalang, Rabu (29/4/2026), David Partahan Najogi Sasta Tambunan kembali dipercaya memimpin Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Kabupaten Dairi untuk masa bakti 2026–2031.
Kepercayaan ini menegaskan kesinambungan kepemimpinan di tubuh KADIN Dairi, sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa agenda penguatan ekonomi lokal akan dilanjutkan dengan akselerasi yang lebih tajam. Usai terpilih, David—yang akrab disapa Jogi Tambunan—langsung dikukuhkan bersama jajaran pengurus oleh Ketua KADIN Sumatera Utara, Firsal Ferial Mutyara.
Dalam pidatonya, Jogi menegaskan arah kepemimpinan ke depan akan berfokus pada penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai tulang punggung ekonomi daerah. Strategi konkret pun telah disiapkan melalui kolaborasi dengan perbankan, khususnya PT Bank Sumut Cabang Sidikalang, guna memperluas akses permodalan.
Sebagai langkah awal, sebanyak 11 pelaku UMKM telah menjalin kerja sama untuk mendapatkan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR). Skema pembiayaan yang ditawarkan tergolong progresif—tanpa agunan dengan bunga nol persen pada 2026, naik menjadi 3 persen pada 2027, dan kembali ke skema normal 6 persen pada tahun berikutnya.
“Ini momentum bagi pelaku usaha untuk bertahan sekaligus berkembang. Kami ingin memastikan dunia usaha di Dairi memiliki daya tahan dan daya saing,” ujar Jogi.
Ia juga menekankan pentingnya pelibatan perempuan dalam struktur organisasi KADIN. Menurutnya, peran perempuan di tingkat akar rumput sangat strategis dalam menopang ekonomi keluarga dan komunitas.
Di sisi lain, Ketua KADIN Sumut Firsal Ferial Mutyara mengingatkan bahwa tantangan ekonomi saat ini tidak ringan. Namun, ia optimistis kepengurusan baru mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.
Menurut Firsal, sektor pertanian—khususnya hortikultura—masih menjadi tulang punggung ekonomi Dairi. Namun, fluktuasi produksi dan harga, seperti yang terjadi pada komoditas cabai, menunjukkan perlunya intervensi yang lebih terstruktur dari pelaku usaha.
Baca Juga: Wali Kota Tebing Tinggi Apresiasi KSBSI, Jaga Kondusivitas Jelang May Day
“Ketika produksi melimpah, harga justru jatuh. Ini peluang bagi pengusaha lokal untuk masuk ke pasar yang lebih luas, termasuk ekspor antar daerah,” tegasnya, seraya mendorong perbankan agar lebih aktif mendukung pembiayaan sektor riil.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM Dairi, Fatimah Boangmanalu, melihat KADIN sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong hilirisasi produk pertanian. Ia menyoroti pentingnya diversifikasi dan pengolahan komoditas seperti kopi, jagung, dan hortikultura agar memiliki nilai tambah.
“Selama ini produk masih dijual dalam bentuk mentah. Di sinilah peran KADIN dibutuhkan untuk mendorong lahirnya industri pengolahan yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan peluang baru melalui pengembangan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang akan membuka berbagai unit usaha di tingkat desa. KADIN diharapkan dapat mengambil peran sebagai mitra strategis dalam penguatan ekosistem tersebut.(rud/han)
Editor : Johan Panjaitan