LABUHANBATU, Sumutpos.jawapos.com-Di tengah denyut malam Rantauprapat yang kian hidup, aparat penegak hukum tak tinggal diam. Sinergi tiga pilar—kepolisian, TNI, dan Satpol PP—turun ke lapangan, menjaga ritme kota agar tetap aman dan terkendali.
Patroli gabungan ini diawali dengan apel kesiapan di halaman Polres Labuhanbatu, Minggu (3/5/2026). Di bawah arahan Padal IPTU Fajar Siddik, para personel diingatkan bahwa tugas mereka bukan sekadar berkeliling, melainkan menghadirkan rasa aman dengan pendekatan yang humanis.
“Patroli ini bukan untuk menunjukkan kekuatan, tetapi memberi rasa aman,” menjadi pesan yang menggarisbawahi arah kegiatan malam itu.
Dari pusat kota hingga titik-titik rawan, patroli bergerak menyusuri kawasan strategis seperti Simpang Tugu Adipura dan Jalan Ahmad Yani—dua lokasi dengan intensitas aktivitas warga yang tinggi, terutama pada akhir pekan. Namun kehadiran aparat tidak berhenti pada pengawasan. Dialog dengan masyarakat menjadi bagian penting dari pendekatan.
Baca Juga: BBM Nonsubsidi Naik Lagi, Pertamax Turbo Tembus Rp19.900 per Liter
Di kawasan SPBU Jalan Baru Simpang Kampung Sawah, misalnya, para sopir truk diajak berkomunikasi langsung. Petugas memberikan imbauan agar segera melapor melalui call center 110 jika menemukan praktik pungutan liar atau aktivitas mencurigakan. Pendekatan ini menegaskan bahwa keamanan adalah kerja bersama, bukan semata tanggung jawab aparat.
Patroli difokuskan pada pencegahan berbagai potensi gangguan kamtibmas. Mulai dari kejahatan 3C—curas, curat, dan curanmor—hingga fenomena sosial seperti premanisme, balap liar, dan kemunculan geng motor yang kerap meresahkan pada malam hari.
Kehadiran patroli “blue light” di titik keramaian menjadi simbol nyata kehadiran negara. Lampu rotator yang menyala bukan sekadar penanda, tetapi juga memberi efek pencegahan psikologis bagi pelaku kejahatan.
Baca Juga: Eksperimen Siklus Menstruasi: Upaya Ilmuwan Tiongkok Menjawab Krisis Demografi
Keterlibatan lintas institusi memperkuat efektivitas patroli. TNI dan Satpol PP hadir bersama kepolisian, membangun sinergi yang tidak hanya terlihat di atas kertas, tetapi terasa langsung di lapangan—dalam pengawasan, penertiban, hingga respons cepat terhadap potensi gangguan.
Rute patroli kemudian menyasar objek vital seperti Kantor Bupati Labuhanbatu dan RSUD Rantauprapat, sebelum kembali ke markas. Di balik lintasan kendaraan patroli yang mungkin tampak biasa bagi masyarakat, tersimpan kerja sistematis untuk menjaga stabilitas kota.
Kapolres Labuhanbatu AKBP Wahyu Endrajaya melalui Kasi Humas AKP Aswin Irwan menegaskan bahwa patroli ini akan terus digelar secara konsisten.(fdh/han)
Editor : Johan Panjaitan