Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

BPSDM Sumut Fokus Pembinaan ASN Gen Z di Sumut

Juli Rambe • Jumat, 8 Mei 2026 | 19:55 WIB
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Sumatera Utara, Agustinus Panjaitan (Dok: Ihsan Syahreza/ Sumut Pos)
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Sumatera Utara, Agustinus Panjaitan (Dok: Ihsan Syahreza/ Sumut Pos)

 

MEDAN, SUMUT POS- Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Sumatera Utara, Agustinus Panjaitan, menegaskan bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) dari generasi Z memiliki potensi besar dalam mendorong transformasi birokrasi dan pelayanan publik di era digital. 

Namun di sisi lain, generasi muda ASN tersebut juga perlu mendapat pembinaan khusus, terutama dalam aspek komunikasi, kolaborasi, dan pembentukan karakter.

Menurut Agustinus, secara umum ASN dari kalangan Gen Z memiliki kemampuan yang sangat baik dalam penguasaan teknologi dan inovasi digital. Kemampuan tersebut dinilai menjadi modal penting bagi pemerintah dalam menghadapi tantangan birokrasi modern yang terus berkembang.

Baca Juga: BPSDM Sumut Dorong ASN Kuasai AI dan Kompetensi Digital

“Gen Z ASN ini memiliki pengetahuan dan keterampilan yang luar biasa, khususnya di bidang teknologi. Mereka sangat cepat beradaptasi dengan perkembangan digital dan mampu menciptakan berbagai inovasi baru,” ujar Agustinus saat memberikan keterangannya di kantor Gubernur Sumut, Jumat (8/5/2026).

Ia menjelaskan, kemampuan generasi muda ASN dalam memanfaatkan teknologi bahkan dinilai lebih unggul dibanding generasi sebelumnya. Hal itu terlihat dari banyaknya inovasi pelayanan yang lahir melalui pemanfaatan aplikasi dan teknologi digital di lingkungan pemerintahan.

“Anak-anak Gen Z ini sangat kreatif. Mereka bisa menggabungkan berbagai aplikasi menjadi solusi baru yang membantu pekerjaan pemerintahan dan pelayanan masyarakat. Inovasi yang muncul juga sangat banyak,” katanya.

Meski demikian, Agustinus menilai masih ada beberapa aspek yang perlu diperkuat dalam pengembangan ASN generasi muda, terutama terkait kemampuan komunikasi, kerja sama tim, dan pembentukan sikap sebagai pelayan publik.

Menurutnya, penguasaan teknologi saja belum cukup apabila tidak diimbangi dengan kemampuan membangun kolaborasi yang baik di dalam organisasi.

“Yang perlu terus dibina dari Gen Z ASN ini adalah soal kolaborasi, komunikasi, dan attitude. Mereka harus mampu bekerja sama dengan baik dalam instansi serta memahami nilai-nilai dasar ASN,” ucapnya.

Untuk itu, BPSDM Sumatera Utara terus mendorong berbagai program pelatihan dan pembinaan yang tidak hanya berfokus pada peningkatan kompetensi teknis, tetapi juga penguatan karakter dan perilaku ASN.

Agustinus mengatakan, dalam berbagai pelatihan kepemimpinan maupun pembentukan dasar ASN, pihaknya memberikan penekanan khusus pada internalisasi nilai-nilai BerAKHLAK sebagai pedoman budaya kerja ASN.

“Dalam pelatihan, khususnya agenda perilaku, kami menekankan pentingnya nilai BerAKHLAK, mulai dari berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, hingga kolaboratif,” jelasnya.

Selain itu, ia menilai instansi pemerintah juga perlu memahami pola kerja dan karakter generasi muda agar potensi mereka dapat dimanfaatkan secara optimal dalam mendukung reformasi birokrasi.

Agustinus menegaskan, tujuan utama dari seluruh proses pengembangan kompetensi ASN tersebut adalah untuk menciptakan pelayanan publik yang semakin mudah, cepat, transparan, dan akuntabel bagi masyarakat. (san/ram)

 

Editor : Juli Rambe
#asn Gen Z #akhlak Gen Z #ASN Gen Z di Sumut #BPSDM Sumut