Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Ketersediaan Sapi Kurban di Sumut Dipastikan Aman

Juli Rambe • Rabu, 20 Mei 2026 | 19:10 WIB
Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumatera Utara, Yusfahri Perangin-Angin. (Dok: Ihsan Syahreza/ Sumut Pos)
Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumatera Utara, Yusfahri Perangin-Angin. (Dok: Ihsan Syahreza/ Sumut Pos)

 

MEDAN, SUMUT POS- Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumatera Utara, Yusfahri Perangin-Angin, memaparkan kesiapan daerah dalam menghadapi Idul Adha 2026 sekaligus menjelaskan fenomena tingginya harga beras di tengah kondisi surplus produksi pangan di wilayah tersebut.

Dalam keterangannya, Yusfahri menyebutkan bahwa Sumatera Utara secara umum tidak mengalami kekurangan hewan kurban, khususnya sapi, meskipun kebutuhan diperkirakan cukup besar.

Ia menjelaskan, kebutuhan hewan kurban untuk tahun 2026 awalnya diperkirakan sekitar 2.500 ekor sapi. Namun, angka tersebut dinilai masih di bawah kebutuhan riil di lapangan.

Baca Juga: Penadah Emas Curian Hakim PN Medan Divonis 1,5 Tahun Penjara

“Kalau melihat dinamika permintaan, kebutuhan sebenarnya bisa mencapai sekitar 5.000 ekor. Tapi kita pastikan stok tetap aman,” ujar Yusfahri saat memberikan keterangannya di kantor Gubernur Sumut, Rabu (20/5/2026).

Menurutnya, kondisi ini didukung oleh populasi sapi di Sumatera Utara yang mencapai sekitar 748.000 ekor. Dengan jumlah tersebut, provinsi ini tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan internal, tetapi juga memasok ke daerah lain.

“Sumatera Utara ini surplus. Bahkan peternak kita rutin mengirim sapi ke Sumatera Barat dan Pekanbaru,” tambahnya.

Meski demikian, distribusi antarwilayah masih terjadi. Beberapa daerah seperti Nias, Sibolga, dan Tapanuli masih mendapatkan pasokan dari sentra peternakan seperti Simalungun, Langkat, dan Binjai.

Selain dari ketersediaan lokal, pemerintah juga mendapat dukungan melalui program bantuan sapi kurban dari Presiden sebanyak 34 ekor untuk Sumatera Utara.

Yusfahri merinci, sebanyak 33 ekor disalurkan ke kabupaten/kota, sementara satu ekor dialokasikan untuk tingkat provinsi.

“Sapi bantuan ini berasal dari peternak lokal dengan bobot minimal 800 kilogram, bahkan ada yang mencapai 1,1 ton. Presiden memang mendorong agar sapi yang disalurkan memiliki bobot terbesar di wilayahnya,” jelasnya.

Ia menilai program tersebut memberikan dampak positif bagi peternak lokal karena mendorong peningkatan kualitas ternak.

Secara keseluruhan, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memastikan ketersediaan hewan kurban dalam kondisi aman dan bahkan surplus menjelang Idul Adha 2026. Sementara itu, tingginya harga beras lebih dipengaruhi oleh faktor biaya produksi dan distribusi, bukan karena kekurangan pasokan.

Pemerintah pun berupaya menjaga keseimbangan antara stabilitas harga dan kesejahteraan petani agar sektor pangan tetap berkelanjutan. (san/ram)

Editor : Juli Rambe
#dinas ketapang sumut #hewan kurban di Sumut aman #hewan kurban